Tulungagung, (dnusa.id) – Komunitas peduli Lingkungan Tulungagung bersama dengan Ecological Observation dan Wetland Conservation (ECOTON) melakukan kegiatan pemantauan kualitas air di sungai sebagai pengenalan kegiatan Citizen Science.

Dari pemantauan kualitas air di wilayah DAM Manan Kecamatan Kedungwaru ditemukan air yang melebihi kualitas baku mutu.
koordinator pelatihan pemantauan kualitas air, Harun menjelaskan, Acara sendiri dilakukan pada Minggu (25/12/2022) yang mana dari kegiatan tersebut diikuti oleh 20 peserta dari Tulungagung dan Kediri.
“Kegiatan dilakukan oleh Komunitas Peduli Lingkungan,” Jelas Harun, Senin (26/12/2022).
Harun melanjutkan, adapaun kegiatan pengujian sample air dilakukan di DAM Majan Kecamatan Kedungwaru, peserta diajak melakukan pemantauan kualitas air dengan parameter TDS, PH, Nitrit, Phosphat, Mikroplastik Biotilik.
Dari hasil pemantauan kualitas air di anak Sungai Brantas ini diperoleh diperoleh TDS sebesar 100 ppm, Suhu 26 C. Nitrat 0.5, nitrit 0, Fosfat 10, PH 7.34.
Dari temuan tersebut ada kandungan Fosfat yang melebihi baku mutu, dalam pemantauan ditemukan kandungan fosfat sebesar 10 yang mana telah melebihi melebihi baku mutu sebesar 1.
Hal tersebut tentunya tidak sesuai dengan PP Nomor 22 tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
“Kandungan Fosfat yang tidak sesuai dengan baku mutu jika dikonsumsi tentunya berbahaya bagi manusia,” Ungkapnya.(riz)



GIPHY App Key not set. Please check settings