Tulungagung, (dNusa.id) – Koperasi Syariah Baitul Mal Wattakmil (BMT) pahlawan menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) di kantor Graha Pahlawan, jalan Ki Mangun Sarkoro Nomor 104, Kecamatan Boyolangu, pada Sabtu, (18/3/2023).
Pembahasan berfokus kepada prioritas masyarakat kecil dan menengah.
Acara dihadiri juga oleh General Manajer Kopsyah BMT Pahlawan, H. Nyadin, MAP dihadiri juga oleh ketua, Pengurus, dan Pengurus Kopsyah BMT Pahlawan beserta Pengawas dan dihadiri puluhan anggota. Selain itu, turut hadir Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung, Dekopinda.
Selain itu acara juga dihadiri oleh anggota sebanyak 60 orang yang juga semua dadi dua cabang kantor Gondang dan Bandung.
Ketua Koperasi Syariah (Kopsyah) Baitul Mal Wattamwil (BMT) Pahlawan, Laitupa Abdul Mutalib menjelaskan, pembahasan kali ini berupa pembiayaan dan prioritas bagi usaha masyarakat kecil dan menengah.
Hal tersebut sudah lama dilakukan sejak dirintisnya koperasi syariah pada tahun 1996, yang mana usah kecil menengah tidak ada jaminan, hal tersebut sudah dilakukan seperti yang berlokasi di Pasar Ngemplak Tulungagung.
“BMT Pahlawan lebih memprioritaskan bagi mereka usaha kecil untuk membantu dalam pembiayaan tanpa ada jaminan seperti awal dulu dirintis di pasar Ngemplak,” Jelas Laitupa Abdul Mutalib, Sabtu (18/3/2023).
Kegiatan RAT sesuai UU tetap dijalankan secara rutin setiap tahunnya.
“Setiap tahun, kami secara rutin gelar RAT karena itu sesuai dengan UU Koperasi untuk dilaksanakan rapat anggota tahunan,” tambahnya.
Laporan dapat didengar dan pertanggungjawaban dari pengurus Kopsyah BMT Pahlawan maupun pengawas bisa diterima dengan baik.
Selain itu pihaknya juga menerima beberpa masukan dan usulan seperti pengembangan usaha, semisal membuka pompa bensin sampai toko modern.
“Semua usulan-usulan itu kami terima, namun begitu kita akan kaji dahulu dan tidak tergesa-gesa dalam memutuskannya,” ujarnya.
“Pada prinsipnya akan kedepankan kehati-hatian dalam hal investasi,” sambungnya.
Dalam melakukan pembiayaan jumlah besar pihaknya selalu menggunakan prinsip kehati-hatian. Namun demikian, pihaknya terkait pembiayaan bagi wong cilik (Orang kecil.red) sangat memprioritaskan.
“Kalau pembiayaan besar di tempat kami itu memang dilakukan secara hati-hati. Kita harus tahu dulu prospektusnya usaha tersebut,” terangnya.
“Sangat berbeda jika yang kecil kecil di pasar Ngemplak itu langsung saya tandatangani dengan cara di kasih permodalan lalu di sertai pembinaan, pendampingan usaha dan bantuan pemasaran produknya,” pungkasnya.(riz)



GIPHY App Key not set. Please check settings