in ,

Rusak Lebih Setahun, Jembatan Junjung Sumbergempol Bakal diperbaiki Setelah Hari Raya Idul Fitri 2026

Tulungagung, (dnusa.id) – Setelah mengalami kerusakan selama lebih dari satu tahun, Jembatan Junjung yang berada di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, akhirnya dipastikan akan segera diperbaiki. Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyiapkan anggaran sebesar Rp 7,5 miliar dari APBD untuk pembangunan ulang jembatan tersebut dengan konstruksi yang lebih kuat dan aman.

Plt Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Ahmad Rifa’i Sodik menjelaskan, anggaran pembangunan infrastruktur tahun 2026 mencapai sekitar Rp 300 miliar. Dari total anggaran tersebut, sebagian dialokasikan khusus untuk pembangunan kembali Jembatan Junjung yang sebelumnya patah.
“Anggaran Rp 300 miliar itu dialokasikan untuk berbagai proyek infrastruktur, termasuk pembangunan Jembatan Junjung yang mengalami kerusakan,” Jelas Sodik, Selasa(20/1/2026).
Sodiq melanjutkan, pembangunan Jembatan Junjung akan dilakukan dengan mengubah total desain konstruksi. Jembatan yang baru nantinya tidak lagi menggunakan pilar fondasi di dasar sungai, melainkan mengadopsi konstruksi balok gerber. Dengan sistem ini, fondasi jembatan akan bertumpu di kedua sisi sungai sehingga dinilai lebih kuat dan minim risiko tergerus arus.
“Konstruksinya akan diubah total. Fondasinya menggunakan balok gerber yang berada di sisi kanan dan kiri sungai, sehingga lebih kokoh, seperti jembatan pada jalan tol,” jelasnya.
Tahapan pembangunan fisik Jembatan Junjung direncanakan mulai dikerjakan pada awal tahun 2026. Namun, pelaksanaan proyek fisik diperkirakan baru akan dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri 2026, mengingat saat ini masih dalam proses pengadaan.
Diketahui, Jembatan Junjung mengalami kerusakan sejak pertengahan Desember 2024. Fondasi jembatan ambles akibat tergerus arus sungai yang deras, diperparah dengan tumpukan eceng gondok dan sampah alami yang terbawa arus. Akibatnya, lantai bagian tengah jembatan patah dan nyaris roboh, sehingga tidak dapat dilalui.
Pada tahun 2025, Pemkab Tulungagung sempat berupaya melakukan perbaikan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) Provinsi Jawa Timur dengan rencana pemasangan jembatan bailey atau jembatan rangka baja modular. Namun rencana tersebut batal akibat refocusing anggaran, sehingga perbaikan harus ditunda.
Sempat pula muncul wacana perbaikan dengan menggunakan dua sumber anggaran, yakni APBD dan APBN melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun hingga akhir 2025, kepastian pencairan dana tersebut belum terealisasi.
Kini, pada awal tahun 2026, Pemkab Tulungagung memastikan perbaikan Jembatan Junjung akan dilaksanakan sepenuhnya menggunakan APBD daerah dengan total anggaran Rp 7,5 miliar, sekaligus mengakhiri penantian panjang masyarakat yang terdampak akibat rusaknya akses penghubung tersebut.

What do you think?

Written by redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Angin Puting Beliung Terjang Rejotangan: 41 Rumah Dilaporkan Mengalami Kerusakan