Tulungagung, (dnusa.id) – Belasan pasar di Kabupaten Tulungagung memerlukan revitalisasi dikarenakan kondisinya yang sudah sangat lama dan perlu perbaikan. Hanya saja, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung terkendala anggaran, sehingga belasan pasar tersebut belum bisa dilakukan revitalisasi secepatnya.
Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tulungagung, Hendro Suseno mengatakan, total Pasar yang ada di Kabupaten Tulungagung sebanyak 31 pasar. Dari total keseluruhan pasar itu, baru 12 pasar yang sudah dilakukan revitalisasi oleh Disperindag Tulungagung selama beberapa tahun terakhir.
Hal itu berarti, masih menyisakan sebanyak 19 pasar di Tulungagung yang belum dilakukan revitalisasi. Hal ini tentunya membuat kondisi pasar tersebut terlihat usang, sehingga perlu perbaikan disejumlah titik.

“Kami punya 31 pasar di 19 Kecamatan yang mana baru 12 pasar yang sudah direvitalisasi, sisanya belum,” kata Hendro Suseno, Senin (20/2/2023).
Masih minimnya pasar yang sudah direvitalisasi, jelas Hendro, dikarenakan terbatasnya anggaran yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung. Pasalnya, beberapa pasar memerlukan anggaran revitalisasi yang cukup besar. Salah satunya seperti Pasar Campurdarat yang berlokasi di Desa/Kecamatan Campurdarat.
Pasar tersebut diketahui memerluka anggaran revitalisasi senilai Rp 16 milyar lantaran hampir 50 persen kondisi pasar tersebut rata dengan tanah pasca terjadi kebakaran pada tahun 2021 silam. Tentunya anggaran sebesar itu tidak mungkin ditopang menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Tulungagung murni.
“Pasar Campurdarat opsinya pakai sharing anggaran yakni pakai APBD dan APBN, tetapi usulan APBN belum diterima sampai sekarang,” jelasnya.
Selain Pasar Campurdarat, pihaknya juga berencana untuk melakukan revitalisasi terhadap Pasar Besuki yang ada di Desa Tanggulwelahan Kecamatan Besuki. Pasalnya kondisi pasar tersebut sudah sangat miris lantaran gelap, pengap dan bahkan kondisi atapnya juga sudah rendah.
Padahal Pasar Besuki sendiri ramai aktivitas perdagangan, sehingga pasar tersebut seharusnya perlu untuk dilakukan revitalisasi. Hanya saja untuk proses tersebut lagi-lagi pihaknya juga masih terkendala anggaran. Hanya saja pihaknya sudah mengusulkan revitalisasi untuk pasar tersebut ke Bappeda Tulungagung.
“Kalau ada anggarannya bisa segera dikerjakan, yang penting kita usulkan dulu sembari menunggu anggarannya,” ungkapnya.
Selain itu, Pasar Bandung juga perlu dilakukan revitalisasi terutama pada bagian Pasar Ikannya. Pasalnya kondisi di dalam pasar tersebut perlu dilakukan penataan ulang. Terlebih lagi pada bagian Pasar Ikan perlu dibangun instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) yang harus dibangun sesuai standar.
Itu karena kondisi pasar tersebut sering kali mendapat kritikan pedas dari para pengunjung yang mengeluhkan bau tidak sedap yang bersumber dari Pasar Ikan tersebut. Hanya saja selain terkendala anggaran, revitalisasi Pasar Bandung juga terkendala tempat penampungan sementara (TPS) untuk para pedagangnya.
“Kita bingung TPS, soalnya lokasinya sempit dan tidak ada lahan kosong lain. Kalau anggaran revitalisasi Pasar Bandung bisa mencapai Rp 12 milyar. Tapi skala prioritas sepertinya Pasar Besuki dulu,” pungkasnya.(riz)



GIPHY App Key not set. Please check settings