in

Pembangunan MPP di Tulungagung Molor, Kontraktor Terancam Blacklist.

Tulungagung, (dnusa.id) – Proyek Pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) yang berlokasi di Gedung Balai Rakyat masuk Jalan RA Kartini, Kelurahan Kampung Dalem Kecamatan Tulungagung, Molor pasalnya kontraktor sudah mendapatkan SP dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta mendapat denda.

Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Dwi Hari Subagyo menjelaskan, proyek kali ini dikerjakan oleh CV Tumpu Harapan dan harusnya sudah selesai pada (15/12/2022) lantaran molor, kontraktor mendapatkan SP 2 dan berjanji sanggup menyelesaikan pada (23/12/2022).

Proses Pembangunan Gedung Balai Rakyat sebagai Mall Pelayanan Publik (MPP)

Atas kesanggupan tersebut pihaknya memberikan kelonggaran waktu hingga (27/12/2022) jika pada waktu tersebut belum Juga selesai maka kontraktor bakal masuk kedalam daftar hitam.

“Kontraktor bakal kena Blacklist,” Jelas Dwi Hari, Kamis (22/12/2022).

Adapaun molornya proyek ini, kontraktor menjelaskan lantaran tidak adanya alat yang tersedia di Toko, sedangkan alat tersebut harus proses Indent (pesan) untuk pembelian dalam jumlah banyak.

“Meski molor tidak akan mengubah jadwal soft launching pada 28 Desember nanti,” ujar Dwi Hari.

Selain itu Informasi dari internal Dinas PUPR, molornya proyek ini lantaran kasus pinjam CV bukan milik sendiri, sesuai kebijakan baru Dinas PUPR sengaja tidak memberikan uang muka kepada pemenang lelang.

Atas hal ini membuat pihak pemenang lelang kesulitan melakukan pembangunan, kondisi seperti ini terjadi dua kali sehingga Dinas PUPR, terpaksa mengeluarkan SP sebanyak dua kali, atas permasalahan ini akhirnya pemilik CV yang turun tangan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Dalam proses pembangunan kali MPP Pemkab Tulungagung menganggarkan Rp 1,3 miliar, dan Pagunya pemenang lelang dari CV menurunkan harga menjadi Rp 1,1 Milyar.

Unuuk proyek pengerjaan sendiri sudah mencapai 90 persen, sudah tercapainya prosentase tersebut lantaran tidak adanya pembangunan konstruksi besar dan mendatangkan alat berat pada lokasi pembangunannya.

Pembangunan sendiri hanya pada ruang ATM serta pembuatan tempat parkir, dilain itu untuk lokasi yang didalam Gedung Balai Rakyat ada 30 pembuatan Outlet pelayanan, seperti ruang Produk UMKM, ruang Laktasi, Ruang VIP serta tempat beribadah.

“Semoga pembangunan sesuai dengan jadwal,” Pungkasnya.(riz)

What do you think?

Written by redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Kepergok Curi Kayu Milik Perhutani, Pria Asal Blitar Diamankan Polisi.

Komunitas Peduli lingkungan Tulungagung, temukan Kondisi Air Melebihi Baku Mutu.