in ,

Ratusan Banser Tulungagung Bakal Geruduk Polres Trenggalek, Pertanyakan Wanprestasi mediasi.

Tulungagung, (dNusa.id) – Ratussan Barisan Serbaguna (Banser) Kabupaten Tulungagung bakal geruduk Makopolres Trenggalek pada, Sabtu (18/3/2023).

Aksi penggerudukan tersebut bertujuan atas wanprestasi yang dilakukan oleh Pelaku pelemapran rombongan ELF Banser Tulungagung usai berziarah ke Kabupaten Ponorogo yang menyebabkan ELF kecelakaan dan masuk ke parit yang menyebabkan penumpang luka – luka, pada Sabtu, (4/3/2023).

Dr. M. Sukur, SH.I, MPd.I – Ketua GP Ansor Tulungagung

Ketua GP Ansor Kabupaten Tulungagung, Muhammad Sukur menjelaskan, rencana aksi yang dilakukan oleh Banser Kabupaten Tulungagung ke Mapolres Tulungagung dengan maksud mempertanyakan atas wanprestasi yang dilakukan pihak Pelaku pelemparan ELF yang mana atas perbuatan mereka mengakibatkan satu ELF masu jurang, atas peristiwa tersebut pihak GP Anshor dan pelaku yang sudah diamankan di Mpolres Trenggalek melakukan mediasi pada Rabu, (8/3/2023) mendapati hasil bahwa pelaku siap menangung ganti rugi pengobatan dan kendaraan akibat ulah mereka, kemudian selang 3 hari selanjutnya dilakukan mediasi kedua, dan hasilnya bahwa ada beberapa pihak yang menolak atas mediasi tersebut, dan tidak sesuai dengan mediasi awal, lantaran tidak menemui hasil pihaknya melakukan medias ketiga tiga hari setelahnya dan tetap saja tidak sesuai dengan kesepakatan awal, hingga medias keempat pada Kamis, (14/3/2023) tetap saja tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

“Atas hal tersebut Banser Tulungagung kemudian melakukan upaya aksi di Mapolres Trenggalek,” Jelas, Sukur, Jumat, (17/3/2023).

Sukur melanjutkan, untuk masa sendiri pihaknya tidak bisa memastikan, yang mana pihaknya hanya memberikan intruksi atas aksi tersebut bisa 100 bisa 200 dan bahkan sampai 500 yang datang.

“Masa Kondisional,” Ungkapnya.

Selain itu, untuk titik kumpul di PC GP Anhsor Kabupaten Tulungagung, selain tuntutan diatas pihaknya juga akan menuntut agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini, menangkap semua pelaku, serta menghukum dengan hukuman yang semaksimal mungkin kepada pelaku.

Disinggung mengingat pelaku sendiri juga dari Perguruan Silat yang dibawah naungan Nahdlatul Ulama, apakah tidak ada jalur kekeluargaan, Sukur menjawab jika pada kasus tersebut memang harus dilakukan demikian sesuai kesepakatan awal agar ada efek jera bagi pelaku agar tidak terjadi kejadian serupa.

“Efek jera bagi pelaku pelemapran memang dibilang perlu agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” Pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya rombongan Banser Tulungagung berangkat berziarah ke Makam K.H Hasan Besari yang berada di Kabupaten Ponorogo, pada Sabtu, (4/3/2023). malam dengan menggunakan 4 Elf, dengan membawa 56 anggota.

Usai berziarah, sekitar pukul 01.00 WIB pada Minggu (5/3/2023) rombongan memutuskan untuk pulang, dan sesampainya di Kabupaten Trenggalek di dekat rumah Kepala Desa Jambu, Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek, atau tepatnya di Jalan Raya Trenggalek – Ponorogo Km 09, elf ketiga bernopol AG 7422 K dan keempat sekitar pukul 02.30 WIB dilempari oleh banyak orang yang tak dikenal.

Kondisi mobil rombongan GP ANSOR Tulungagung setelah ziarah

Atas kejadian tersebut kaca elf ketiga dibagian kanan dan kaca depan pecah 2 orang yakni sopir dan penumpang mengalami luka berat selain itu ada 12 orang yang mengalami luka – luka usai kecelakaan.

Penyebab kecelakaan diduga lantaran ada lemparan batu bata ke kaca depan hingga mengenai sopir dan hilang kendali hingga elf masuk ke sungai.

Selain itu untuk rombongan elf yang ke – 1 dan 2 meneruskan perjalanan dan elf yang keempat sempat mendapatkan lemparan juga namun tidak separah elf 3 lantaran elf keempat mengetahui terlebih dahulu bahwa elf didepannya mengalami kecelakaan.

Usai kecelakaan, tersebut warga kemudian terbangun dan mendatangi lokasi kejadian serta melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Tugu dan diteruskan ke Petugas Medis RSUD dr Iskak untuk penanganan korban.

Dari 14 korban yang luka 2 masih menjalani perawatan intensif satu dirawat di RSUD Kabupaten Trenggalek lantaran menjalani operasi, sedangkan satu lainnya di bawa ke RSUD dr Iskak Tulungagung karena dalam keadaan koma, sedangkan lainnya sudah diperbolehkan pulang lantaran kondisi sudah mulai membaik.(riz)

What do you think?

Written by redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Ratusan Pejabat Administrator dan Pengawas Dilantik, Bakal Tempati Tiga Dinas Baru

Ratusan Banser Tulungagung datangi Polres Trenggalek. Tuntut Keadilan