Tulungagung, (dNusa.id) –
Ribuan calon jamaah haji (CJH) asal Tulungagung pada musim haji tahun 1445 H atau tahun 2024 M baru saja menjalani pelepasan pada Selasa (28/5/2024). Diketahui, meski ribuan CJH asal Tulungagung siap diberangkatkan, rupanya terdapat satu CJH yang gagal berangkat.
Kepala Kantor Kemenag Tulungagung, Moh Nasyim mengatakan, terdapat salah satu CJH asal Tulungagung yang gagal diberangkatkan lantaran kondisinya. Pasalnya, CJH yang berjenis kelamin perempuan itu dalam kondisi hamil dengan usia kandungan yang baru berjalan 4 bulan ini.
Hal itu membuat Tim Medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung tidak berani memberikan suntikan vaksin polio untuk CJH tersebut. Petugas medis sendiri khawatir jika nantinya vaksin polio yang disuntikkan pada tubuh CJH tersebut justru akan berpengaruh pada kondisi kesehatan janin.
“Kami dapat informasi jika ada satu CJH yang gagal berangkat karena hamil 4 bulan. CJH itu tidak diberangkatkan karena belum divaksin polio, petugas medis sendiri juga tidak berani memberikan vaksin,” kata Moh Nasyim, Selasa (28/5/2024).

Syarat untuk berangkat haji sendiri, ungkap Moh Nasyim, salah satunya mendapat vaksinasi polio bagi CJH yang hendak diberangkatkan ke tanah suci. Dikarenakan CJH tersebut belum mendapat vaksin polio, dengan berat hati pihaknya tidak memberangkatkan CJH tersebut dengan alasan kesehatan.
Meski tidak diberangkatkan, pihaknya memastikan jika CJH tersebut akan diberangkatkan ke tanah suci pada musim haji tahun 2025 mendatang. Bahkan dipastikan jika CJH tersebut akan mendapat prioritas untuk berangkat menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun depan.
“Tentunya tetap diberangkatkan, tetapi tidak tahun ini, melainkan tahun depan. Yang bersangkutan akan mendapat prioritas CJH untuk berangkat haji tahun depan,” ungkapnya.
Sedangkan terkait total CJH asal Tulungagung, Nasyim menyebut jika pada tahun ini ada sebanyak 1200 CJH yang akan berangkat ke tanah suci. Diketahui, ribuan CJH itu terbagi menjadi lima kloter haji yang mana 5 CJH tergabung dalam kloter 72 dengan jamaah asal Bali dan berangkat pada 30 Mei 2024.
Sedangkan untuk CJH asal Tulungagung lainnya, ikut kloter 89, kloter 90 dan 91 yang rencananya akan diberangkatkan pada tanggal 4 Juni 2024 mendatang. Serta sisanya sebanyak 98 CJH tergabung ke dalam kloter 92 ikut bersama CJH asal Surabaya dan akan berangkat pada 5 Juni 2024.
“Kalau CJH yang berangkat dari Tulungagung itu Kloter 89, kloter 90 dan kloter 91 dengan total 1.097 CJH. Sisanya sebanyak 98 CJH ikut kloter Surabaya dan 5 orang CJH ikut kloter Bali,” pungkasnya.
Sementara itu, Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno menambahkan, pada musim haji tahun ini, ada sebanyak 161 aparatur sipil negara (ASN) yang ikut berangkat ke tanah suci. Diketahui, ratusan ASN tersebut juga sudah mengurus izin cuti untuk keperluan menjalankan ibadah haji tersebut.
Berdasarkan aturan yang ada, ratusan ASN yang izin cuti untuk ibadah haji itu mendapatkan jatah cuti selama 40 hari kerja selama mereka berada di tanah suci. Pihak Pemkab Tulungagung sendiri juga sudah menyiapkan pelaksana teknis (Plt) untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan.
“Selama yang bersangkutan menjalankan ibadah haji, nantinya akan ada Plt yang sudah kami siapkan untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut,” kata Heru Suseno.



GIPHY App Key not set. Please check settings