in ,

Ambil 10 Sampel Sungai di 4 Kecamatan, Sungai Trenggalek Memenuhi Baku Mutu Air

Tulungagung, (dNusa.id) – Tim Sambang Kali, Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah(Ecoton) berkolaborasi dengan Aliansi Rakyat Trenggalek (ART) Melakukan riset kesehatan Sungai di 6 Daerah Aliran Sungai (DAS) Trenggalek, pada Minggu, (17/12/2023)

Pada Wilayah tersebut diambil 10 sampel air untuk diuji dan hasilnya sungai di wilayah Kabupaten Trenggalek masih alami.

Hal tersebut diungkapkan oleh peneliti air di Ecoton Amirudin Muttaqin, menjelaskan bahwa upaya riset Kesehatan sungai adalah bagian dan upaya pelestarian sungai dari ancaman kerusakan.

Pihaknya mengambil sampel di di Kecamatan Kampak, Watulimo, Munjungan, Dongko, pemilihan lokasi ini bukan tanpa sebab, wilayah ini memiliki fungsi penting bagi masyarakat lantaran wilayahnya dimanfaatkan untuk industri, irigasi persawahan dan bahan baku air minum, sehingga kelestariannya harus di jaga.

Fakta lainnya adalah keempat kecamatan ini masuk dalam kawasan konsesi Tambang Emas, sehingga informasi tentang kondisi terkini sungai-sungai yang masuk dalam kawasan tambang sangat penting untuk diketahui sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan terkait pemanfaatan kawasan.

“Pemanfaatan wilayah sebagai lokasi industri tentu berdampak pada perubahan fungsi DAS dan pencemaran Domestik yang akan merubah kualitas air sungai, maka pihaknya merasa perlu sebuah upaya monitoring guna mempertahankan kesehatan sungai agar tetap alami sehingga bisa mendukung kehidupan masyarakat Trenggalek, ” Jelas Amiruddin, Rabu, (20/12/2023).

Amiruddin menambahkan, pihaknya melakukan riset uji sampel kualitas air di 10 sungai, diantaranya :

1. Sungai Kedung Gamping Desa Ngadimulyo Kecamatan Kampak

2. Sungai Ngringin Desa Ngadimulyo Kecamatan Kampak

3. Sungai Bawok (Watulawang, Area Hutan Desa Sawahan Kecamatan Watulimo)

4. Sungai Bawok (Dusun Jurang Mangu, Desa Prigi Watulimo)

5. Sungai Bawok (Desa Mergomulyo Watulimo)

6. Sungai Nglancur Desa Bangun Kecamatan Munjungan

7. Sungai Song Desa Bangun Kecamatan Munjungan

8. Sungai Konang Desa Pandean Kecamatan Dongko

9. Sungai Ponggok Sumber Bening Kecamatan Dongko

10. Sungai Pancuran Sumber Bening Kecamatan Dongko

Uji sampel meliputi uji fisika, kimia dan keanegaragaman biota air, menguji 16 Parameter kualitas air mengacu pada Baku Mutu air dalam Peraturan Pemerintah Nomer 22 tahun 2021.

“Menggunakan 16 parameter ini akan mengetahui tingkat kesehatan sungai-sungai yang ada di Trenggalek,” Ungkap Amirudin.

Tim dari ecoton saat melakukan pengambilan sample

Amirudin melanjutkan, 16 Parameter ini meliputi Debit air, pH, Suhu, Oksigen Terlarut dalam air, Total Dissolved solid atau ion-ion terlarut dalam air, Konduktivitas, kesadahan, kekeruhan , kadar Khlorin, amoniak, Nitrat, Nitrit, Khromium, Nikel dan Besi.

Untuk melengkapi uji kesehatan sungai Tim Sambang Kali juga menginvetarisasi jenis-jenis makroinvertebrata/biota air tidak bertulang belakang indicator kesehatan air atau biotilik.

Secara umum hasil riset Kualitas air sungai menunjukkan bahwa Sungai-sungai di keempat Kecamatan sebagian besar dalam kondisi belum tercemar atau dalam kondisi Sehat (hasil uji Kualitas air Terlampir).

“Parameter kunci yang kita ukur untuk mengukur kualitas air seperti kandungan Oksigen dalam air, kandungan ion dalam air, pH, Suhu menunjukkan hasil sesuai dengan baku mutu peraturan pemerintah 22 Tahun 2021, bahkan lebih bagus,” ungkap Amir,

lebih lanjut Amir menjelaskan bahwa ada beberapa parameter yang melebihi baku mutu seperti phospat dan ammonia hal ini wajar karena sungai-sungai berada di kawasan karst dan kapur yang mengancung kadar phospat tinggi sedangkan tingginya ammonia bisa dikarenakan masuknya polusi limbah cair peternakan (kotoran kambing/sapi) dan tingginya proses dekomposisi seresah daun disebabkan oleh masih tingginya tutupan hutan pada kawasan sungai yang diuji.

“Peningkatan pencemaran ammonia di Sungai bawok terjadi dari hulu ke hilir, pada lokasi hulu kadar Amonia sebesar 1,6 mg/L, pada lokasi tengah meningkat menjadi 3,6 mg/L , dan makin meningkat sebesar 4,4 mg/L di lokasi hilir, peningkatan ini disebabkan masukkan limbah cair dari aktivitas peternakan dan limbah cair domestic” ungkap Amir.

Amir melanjutkan, sungai-sungai di Kecamatan Dongko, Munjungan, Watulimo dan Kampak masih alami, dari uji Fisika,kimia dan Biologi kualitasnya secara umum masih memenuhi baku mutu PP 22/2021 layak menjadi bahan baku air minum, sungai-sungai ini menyediakan habitat alami dengan kadar Oksigen tinggi, nutrisi bagi biota air.

“Meski menjadi wilayah industri, sungai di wilayah Trenggalek masih memenuhi baku mutu,” katanya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, peneliti Tim Sambang Kali, Prigi Arisandi menjelaskan, selain melakukan pengukuran parameter fisika kimia tim sambang Kali Juga melakukan inventarisasi biotilik.

Terdapat dua golongan biotilik yaitu golongan sensitif dan Golongan Toleran. Golongan yang sensitive adalah biotilik yang tidak tahan pada kondisi air tercemar sedangkan golongan Toleran adalah biotilik yang bisa hidup dalam kondisi air tercemar.

Pihaknya melakukan inventarisasi biotilik pada 8 sungai (Song, Bawok, Nglancur, Ngringin, Konang, Senden, Pongok dan Pancuran) pada 8 Sungai umumnya populasi biotilik Sensitif lebih dominan (diatas 90%) dibanding biotilik yang Toleran temuan ini menunjukkan bahwa kondisi sungai masih alami mampu menyediakan nutrisi berupa serasah daun.

“Sungai dimasukkan dalam kategori alami atau sehat jika kualitas airnya sesuai baku mutu dan menjadi habitat bagi keanekaragaman hayati, di dalam sungai alami menyediakan kandungan Oksigen tinggi, penuh nutrisi dan minim bahan-bahan polutan” jelas Prigi.

Meski sudah diambil sampel dan dilakukan pengujian baku mutu air, dan dinyatakan masih memenuhi baku mutu, pihaknya beserta team tetap memberikan beberapa catatan agar alam tetap terjaga diantaranya :

1. Sungai bisa menjadi alat ukur terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan, Perubahan ruang atau aktivitas manusia yang terjadi dalam DAS akan mempengaruhi kualitas air sungai.

2. Sungai-sungai yang mengalir di Wilayah Kecamatan Dongko, Watulimo, Munjungan dan Kampak saat ini dalam kondisi Sehat belum tercemar namun ada ancaman pencemaran dari aktivitas manusia seperti kegiatan Perkebunan, Peternakan, Industri dan limbah cair domestic,Perlu upaya pengendalian pencemaran dan alih fungsi lahan di Kawasan DAS akan tidak semakin meningkatkan kerusakan sungai.

3. Sungai Berperan vital bagi sumber air minum pada keempat Kecamatan maka Perlu upaya monitoring kualitas air secara berkala (rutin) untuk mengukur kesehatan sungai dan menjaga Kualitas, Kontinuitas dan kuantitas air sungai.

4. Perlu Keterlibatan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pelajar dan komunitas untuk terlibat dalam melakukan pemantauan rutin kesehatan sungai dengan menggunakan parameter fisika kimia dan biotilik.

 

 

 

 

What do you think?

Written by redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Perekrutan Petugas KPPS bakal dimulai, KPU Tulungagung Butuhkan 23.135 Petugas

KM Rampok Pasuruan Terbalik di Teluk Popoh, Satu ABK Hilang, Satu dinyatakan Meninggal Dunia