Tulungagung, (dNusa.id) – Tahun 2023 atau pada masa Pelaksaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2023/2024 jumlah anak usia sekolah mengalami penurunan.
Imbas dari penurunan tersebut, diduga turut menjadi faktor tidak terpenuhinya pagu siswa baru pada beberapa lembaga pendidikan khususnya wilayah pinggiran.
Hal tersebut diungkapkan oleh Sekertaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tulungagung, Syaifudin Juhri mengungkap, jumlah anak usia sekolah di Kabupaten Tulungagung mulai mengalami penyusutan secara signifikan, penyusutan tersebut mencapai jumlah ribuan.
Berdasarkan data miliknya, setidaknya penyusutan anak usia sekolah tersebut mencapai 3 ribu anak, pada jenjang taman kanak – kanak (TK) yang hendak masuk ke jenjang sekolah dasar (SD) di Tulungagung.
“Dari data yang ada, lulusan SD tahun 2023 ada sebanyak 12 ribu anak, sedangkan lulusan TK yang mau masuk SD hanya sebanyak 9 ribu anak saja,” Jelaw Syaifudin Juhri, Senin (14/7/2023).
Syaifudin Juhri melanjutkan, sebenarnya faktor yang mempengaruhi juga beragam seperti pengaruh jumlah populasi hingga pemilihan lembaga pendidikan lainnya, bisa saja mereka masuk pada lembaga pendidikan yang tidak dinaungi oleh Dispendik Kabupaten Tulungagung
Untuk penurunan jumlah anak usia sekolah sebenarnya sangatlah fluktuatif, setiap tahunnya yang tentunya bisa saja kembali meningkat atau justru terus menurun, dari fenomena ini pihaknya yakin jumlah anak usia sekolah masih bisa berubah dan jumlahnya tidak semakin menyusut.
“Sebenarnya untuk jumlah anak usia sekolah ini tidak bisa ditebak karena sangat fluktuatif, makanya bisa saja PPDB tahun depan jumlahnya kembali meningkat,” jelasnya.
Namun perlu diketahui imbas dari adanya penyusutan anak usia sekolah yakni beberapa lembaga pendidikan kekurangan siswa baru. Bahkan ada sebanyak 50 persen lembaga pendidikan di Tulungagung yang kekurangan pagu siswa baru yang dapat di jumpai pada SD di wilayah pinggiran.
“Seperti di SDN Bendilwungu 1 dan SDN Sambirobyong 2 tidak ada siswa baru, kemudian SDN Sendang 2 siswa, SDN 3 Picisan 2 Siswa, SDN Tugu 1 Siswa dan SDN 2 Segawe 4 Siswa,” Katanya.
Masih menurut Syaifudin Juhri, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya agar beberapa lembaga pendidikan tersebut tetap bisa memenuhi pagu siswanya, seperti memperpanjang masa PPDB. Selain itu, pihaknya juga meminta agar masing-masing sekolah menyuguhkan inovasi menarik untuk menggaet siswa baru.
“Tentu solusi inovasi agar menarik siswa juga dari sekolah sendiri,” Pungkasnya.



GIPHY App Key not set. Please check settings