in ,

Januari Sampai Juni, Kasus DBD di Tulungagung Tembus 1008, 13 orang dinyatakan Meninggal

Tulungagung, (dNusa.id) – Kurun Waktu januari sampai Juni 2024,, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Tulungagung mencapai ribuan kasus. Bahkan, temuan kasus DBD pada tahun 2024 ini tercatat lebih tinggi dibandingkan temuan kasus DBD selama empat tahun terakhir.

PLH Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Heru Santoso mengatakan, berdasarkan data miliknya, kasus DBD di Tulungagung selama 6 bulan terakhir mencapai 1008 kasus, dimana sebanyak 13 orang dinyatakan meninggal dunia.

Sedangkan secara umum, total akumulasi kasus DBD, Demam Dengue (DD), hingga Dengue Syock Syndrome (DSS) di Tulungagung justru mencapai 2600 kasus dimana ada 14 orang meninggal. Temuan kasus ini terbilang sangat banyak lantaran diyakini jika tahun 2024 ini merupakan tahun endemi munculnya DBD.

“Kalau untuk kasus DD, DBD dan DSS di Tulungagung totalnya mencapai 2600 kasus. Sedangkan untuk kasus DBD sendiri, jumlahnya sebanyak 1008 kasus. Angka ini terbilang banyak, karena mungkin tahun ini tahun endemi,” jelasHeru Santoso, Selasa (9/7/2024).

Atas temuan ini, angka kasus DBD tahun 2024, justru terbilang lebih banyak dibandingkan dengan temuan kasus DBD selama empat tahun terakhir. Pasalnya, pada tahun 2020 temuan kasusnya hanya 275 dengan total kematian 5 kasus saja, lalu di tahun 2021 temuan kasusnya mencapai 152 kasus dengan 2 orang meninggal dunia.

Kemudian pada tahun 2022 kemarin, total kasus DBD di Tulungagung mencapai sebanyak 410 kasus dengan kematian hanya empat kasus saja, serta jumlah kasus DBD di tahun 2023 hanya 206 dengan kasus kematian hanya tiga. Hal inilah yang membuat kemungkinan tahun 2024 merupakan tahun endemi DBD.

“Kalau di Tulungagung biasanya DBD akan menjadi endemi selama 5 tahun sekali. Kalau kita lihat datanya, tahun 2024 ini memang temuan DBDnya lebih banyak dibanding empat tahun terakhir,” ungkapnya.

Sedangkan untuk penanganannya sendiri, berbagai upaya sudah dilakukan Dinkes Tulungagung mulai dari menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Selain itu, pihaknya juga rutin melakukan fogging pada lokasi atau wilayah di Tulungagung yang didapati adanya temuan kasus DBD.

Selain itu, pihaknya juga memberikan Abate atau obat pembunuh jentik nyamuk bagi masyarakat untuk mencegah jentik nyamuk agar tidak menyebarkan penyakit. Hasilnya, kasus DBD pada tahun 2024 pada bulan kemarin mulai mengalami penurunan secara signifikan dan diprediksi akan terus menurun.

“Puncak DBD selama enam bulan terakhir terjadi di bulan April dengan temuan kasus sebanyak 288 kasus. Di bulan Mei, kasusnya turun menjari 273 kasus, dan di bulan Juni angkanya semakin menurun dan menjadi 87 kasus saja,” pungkasnya.

What do you think?

Written by redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Gunung Selatan Gundul, Aktivis Lingkungan Hearing Bersama DPRD Tulungagung

Paksa dan Intimidasi, Ayah Tulungagung Tega Rudapaksa Anak Kandung, Pelaku Diamankan