in ,

10 Kecamatan di Tulungagung Rawan Bencana Hidrometeorologi, BPBD Tetapkan Status Siaga Bencana

Tulungagung, (dnusa.id) – Sejumlah kecamatan di Kabupaten Tulungagung rawan terjadi bencana hidrometeorologi selama musim penghujan. Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung sudah mengeluarkan status siaga bencana saat musim penghujan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa), BPBD Tulungagung, Robinson Nadeak mengatakan, saat ini hujan sudah mulai terjadi di Kabupaten Tulungagung dengan intensitas sedang. Hal ini tentunya berpotensi menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologi pada sejumlah wilayah di Kabupaten Tulungagung.

Demi mengantisipasi terjadinya bencana hidrometeorologi yang menyebabkan terjadinya korban luka atau jiwa, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran dengan status Siaga Bencana di Tulungagung. Diketahui, surat ini juga sudah diusulkan dan sudah disetujui secara langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tulungagung.

“Saat ini statusnya masih siaga bencana, karena memang dampaknya belum banyak, dan hanya angin puting beliung saja yang terjadi hingga menyebabkan 95 rumah rusak. Kalau bencana semakin parah, akan kita naikkan menjadi Darurat Bencana,” Jelas Robinson Nadeak, Selasa (12/11/2024).

Selama musim penghujan, terdapat beberapa wilayah yang rawan terjadi bencana hidrometeorolgi seperti tanah longsor, angin puting beliung, dan banjir. Meski pemetaan sudah dilakukan, namun sebenarnya hal ini belum tentu akurat, karena sebenarnya bencana sendiri tidak bisa diprediksi.

Sesuai pemetaan, wilayah rawan longsor biasanya terjadi di bagian barat yakni pada Kecamatan Sendang, Pagerwojo. Sedangkan untuk wilayah yang rawan terjadi banjir biasanya kerap terjadi di Kecamatan Campurdarat, Besuki dan Bandung.

Kemudian, untuk wilayah rawan terjadi angin kencang yang berpotensi menyebabkan angin puting beliung terjadi di Kecamatan Boyolangu, Kalidawir, Sumbergempol, Ngunut, Rejotangan. Namun demikian, pada bulan ini angin kencang juga terjadi di wilayah barat yakni Kecamatan Sendang dan Pagerwojo.

“Setidaknya ada 10 Kecamatan yang rawan terjadi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tulungagung. Meski hasil pemetaan kami seperti itu, tetapi bisa saja bencana itu terjadi di setiap kecamatan,” ungkapnya.

Atas kondisi ini, pihaknya meminta agar masyarakat di Tulungagung tetap mewaspadai terjadinya potensi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tulungagung. Terutama pada warga yang tinggal pada lokasi atau wilayah rawan bencana, sehingga langkah antisipasi dan pemberian bantuan bisa dilakukan.

Menurut Robinson, pihaknya sudah mempersiapkan berbagai bantuan untuk menangani terjadinya bencana di Tulungagung, dimana 100 bronjong sudah disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya tanag longsor. Sedangkan untuk banjir, pihaknya juga sudah melakukan normalisasi sungai bersama BBWS.

“Semua pihak harus waspada terkait bencana hidtomoteorologi ini, mulai dari masyarakat, pemerintah di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten,” pungkasnya.

What do you think?

Written by redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Epilepsi Kambuh Ketika Hendak Berangkat Mengaji, Warga Ngunut Ditemukan Meninggal di Areal Persawahan

Campurkan Pil Double L ke Sambal Kecap, Dua Pengunjung Lapas Diamankan