Tulungagung, (dnusa.id) – Awal Tahun 2025, 15 rumah di Desa Panjerejo Kecamatan Rejotangan rusak akibat diterjang angin puting beliung, pada Senin, (6/1/2025).
Atas kejadian ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tulungagung melakukan assessment kerusakan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Robinson Nadeak menjelaskan, kejadian angin puting beliung di Desa Panjerejo Kecamatan Rejotangan itu terjadi pada Senin (6/1/2025), pukul 16.00 WIB, yang mana kondisi cuaca pada saat itu tengah mendung.
Meskipun mendung, hujan belum juga turun, namun secara tiba-tiba justru muncul angin kencang di Desa Panjerejo Kecamatan Rejotangan dengan cukup lama, yang rupanya angin kencang yang terjadi satu jam itu atau selesai pukul 17.00 WIB, membuat sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.
“Angin kencang atau angin puting ini terjadi sebelum hujan turun, mulai dari sekitar pukul 16.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB yang melanda tiga dusun yakni di Dusun Baran, Dusun Panjerejo Tengah dan Kidul di Desa Panjerejo Kecamatan Rejotangan,” Jelas Robinson Nadeak, Rabu (8/1/2025).
Akibat kejadian ini, sebanyak 15 rumah warga mengalami kerusakan terutama pada bagian atap yang rusak atau berlubang imbas terjangan angin kencang tersebut. Setelah kejadian itu, petugas BPBD Tulungagung kemudian melakukan asesmen dan peninjauan dampak bencana angin puting beliung.
Diketahui, saat melakukan peninjauan, sebenarnya terdapat kurang lebih 18 objek yang mengalami kerusakan, namun tiga diantaranya dinyatakan tidak layak untuk diberi bantuan yakni kandang hewan ternak, sehingga pemilik ternak melakukan perbaikan secara mandiri.
“Tetap kami data, tetapi untuk diberi bantuan itu khusus rumah saja, kalau kandang kan tidak terlalu urgent, pemiliknya juga bisa melakukan perbaikan secara mandiri,” ungkapnya.
Setelah dilakukan asesment pada Selasa (7/1/2025) kemarin pihaknya sudah mendistribusikan bantuan berupa terpal dan sembako untuk sembilan rumah terdampak. Kemudian, penyaluran bantuan dilanjutkan pada hari ini yakni Rabu (8/1/2025), dimana terdapat bantuan sembako dan terpal untuk lima rumah.
Sedangkan sisanya, mengalami kerusakan ringan sehingga pemilik rumah tersebut bersedia melakukan perbaikan secara mandiri. Meski demikian, puncak musim penghujan diprediksi akan terjadi pada bulan Februari 2025 hingga awal Maret 2025, sehingga masyarakat diharapkan tetap waspada.
“Kami tetap menghimbau agar masyarakat selalu waspada karena dimungkinkan puncak musim penghujan terjadi pada Februari hingga awal Maret mendatang,” pungkasnya.



GIPHY App Key not set. Please check settings