Tulungagung, (dnusa.id) – Petani susu di Kecamatan Sendang mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya lantaran rusaknya jalan utama penghubung Kecamatan Karangrejo dan Kecamatan Sendang akibat bencana alam.
Akses jalan yang terputus ini merupakan akses vital untuk distribusi susu ke pabrik pengolahan di Pasuruan, Jawa Timur.
Ketua KUD Tani Wilis, Suwarto menjelaskan, pihaknya mendatangi kantor DPRD Tulungagung guna mengadukan permasalahan mereka terkait jalan vital yang rusak, meski bagaimanapun akses jalan tersebut sangatlah penting untuk akses jalan aktivitas perekonomian termasuk juga petani susu.
Selain itu kerugian yang dialami pihaknya mencapai Rp 61 juta per bulan. Anggaran tersebut digunakan untuk menyewa tempat penampungan susu serta membayar tenaga kerja di lokasi tersebut.
“Biaya pengangkutan kami melonjak karena harus menggunakan truk tangki kecil yang berjalan memutar melalui jalur alternatif dengan kondisi jalan yang juga kurang baik,” jelas Suwarto, usai menghadiri rapat dengar pendapat dengan DPRD Tulungagung pada Kamis (16/1/2025).
Suwarto melanjutkan, sebelum terjadi kerusakan, susu dari Sendang diangkut langsung menggunakan truk besar ke pabrik pengolahan. Namun kini, truk tangki kecil harus digunakan untuk mengangkut susu ke tempat penampungan di Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru. Selanjutnya, susu dipindahkan ke truk tangki besar untuk perjalanan ke pabrik.
“Proses pemindahan susu dari tangki kecil ke besar meningkatkan risiko penurunan kualitas. Meski sejauh ini tidak ada penolakan dari pabrik, tetap saja ini menjadi kekhawatiran kami,” tambah Suwarto.
Pihak KUD sebenarnya bersedia membantu memperbaiki jalan dengan anggaran internal sebesar Rp 10-15 juta. Namun, biaya perbaikan jalan akibat longsor diperkirakan mencapai Rp 50-75 juta, sehingga upaya tersebut sementara ditunda.
“Kami masih mencari solusi agar jalan utama bisa segera diperbaiki, karena ini menyangkut kelangsungan usaha petani,” ujarnya.
Para petani berharap perbaikan jalan utama ini dapat segera terealisasi. Selain menekan biaya tambahan yang terus membengkak, langkah ini juga akan menjaga kualitas susu yang dihasilkan.
“Kami hanya berharap pemerintah lebih tanggap karena kerusakan jalan ini benar-benar berdampak besar pada ekonomi petani,” pungkas Suwarto
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tulungagung, Dwi Hari, menyampaikan bahwa perbaikan jalan tersebut akan dibiayai melalui anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) dari Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, perbaikan akan dilakukan menggunakan gronjong setinggi 7-10 meter untuk memperkuat jalur yang longsor.
“Kami sedang mengupayakan agar perbaikan bisa segera dimulai. Ini penting untuk mendukung aktivitas masyarakat, khususnya petani susu di Kecamatan Sendang,” kata Dwi Hari.



GIPHY App Key not set. Please check settings