in , ,

Angin Puting Beliung Terjang Rejotangan: 41 Rumah Dilaporkan Mengalami Kerusakan

Tulungagung, (dnusa.id) – Puluhan rumah di Kecamatan Rejotangan rusak diterjang angin puting beliung, pada Senin, (12/1/2026) sore.
Saat ini, petugas BPBD Tulungagung masih melakukan asesmen kerusakan akibat bencana tersebut.
Salah seorang warga di Desa Karangsari Kecamatan Rejotangan Tulungagung, Aziz Saiful Arifin (34) mengatakan, angin puting beliung itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, muncul angin kencang secara tiba-tiba dari arah barat dan selatan.
Akibat angin puting beliung itu, membuat rumahnya dan beberapa rumah tetangganya mengalami kerusakan pada bagian atap yakni asbes dan genteng yang rusak. Padahal, angin kencang itu berlangsung sangat singkat yakni kurang lebih selama 10 menit.
“Saat itu kondisinya belum hujan, tiba-tiba muncul angin kencang. Tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan asbes dan genteng. Saat hujan justru tidak terjadi apa-apa,” Jelas Aziz Saiful Arifin, Senin (12/1/2026).
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Camat Rejotangan, Didi Jarot Widodo mengatakan, sesuai laporan terdapat tiga desa di Kecamatan Rejotangan yang terdampak bencana puting beliung.
“Desa yang terdampak yakni Panjerejo, Desa Karangsari dan Desa Tugu,” Jelas Jarot, Senin, (12/1/2026).
Akibat kejadian bencana puting beliung, dilaporkan ada sebanyak 41 rumah warga pada tiga desa tersebut yang mengalami kerusakan dari kategori ringan hingga sedang. Pihaknya kemudian segera berkoordinasi dengan BPBD Tulungagung untuk melakukan asesmen kerusakan rumah.
“Di Desa Karangsari ada 15 rumah rusak, di Desa Panjerejo ada 22 rumah rusak dan di Desa Tugu ada empat rumah mengalami kerusakan,” Jelasnya.
Akibat bencana puting beliung itu, rata-rata kerusakan yang dialami puluhan rumah tersebut pada bagian atap berupa asbes yang terbawa angin atau genteng melorot.
Setelah kejadian itu, pihaknya bersama petugas BPBD Tulungagung masih melakukan penilaian untuk menentukan seberapa besar kerusakan dan kerugian yang dialami masing-masing rumah. Kemudian nantinya penilaian itu akan dipakai untuk usulan bantuan perbaikan rumah ke BPBD Tulungagung.
“Selain kami usulkan bantuan perbaikan, terdapat beberapa masyarakat terdampak yang melakukan perbaikan secara mandiri. Tentunya hal ini suatu bentuk ketangguhan bencana dari masyarakat di daerah terdampak bencana,” pungkasnya.

What do you think?

Written by redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Gandeng GSN dan PT Pindad, Presiden Prabowo Salurkan Ratusan Bantuan Becak Listrik di Tulungagung