in , ,

Terkena Exit Tol Kediri – Tulungagung, pembangunan Kantor Pusat Kegiatan Haji, ditunda Pencarian Lokasi Lain Mulai direncanakan.

Tulungagung, (dNusa.id) – Kantor Pusat Kegiatan Haji di Kabupaten Tulungagung yang seharusnya sudah dibangun tahun ini terpaksa ditunda terlebih dahulu. Pasalnya, penundaan tersebut dikarenakan imbas dari pembangunan Tol Tulungagung – Kediri yang mana lokasi pembangunan tersebut terletak pada exit tol.

Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Tulungagung, Fuad Syaiful Anam mengatakan, sebenarnya sejak tahun 2019 silam, pihaknya sudah berencana untuk membangun pusat kegiatan haji di Kabupaten Tulungagung. Layaknya di Blitar yang sudah mempunyai miniatur masjid nabawi, pihaknya ingin membangun miniatur ka’bah dan mekkah di Kabupaten Tulungagung.

Pada tahun 2019 itu, IPHI Tulungagung memiliki tanah wakaf di Kelurahan Panggungrejo Kecamatan/Kabupaten Tulungagung yang nantinya akan dijadikan kantor pusat kegiatan haji. Setelahnya, pihaknya kembali mencoba untuk menggalan dana untuk membangun kantor tersebut, sayangnya pembangunan terpaksa tertunda.

“Kami punya tanah wakaf, rencananya mau dibangun kantor pusat kegiatan haji, tetapi terkendala pembebasan lahan pembangunan tol,” kata Fuad Syaiful Anam, Jum’at, (25/5/2023).

Sesuai rencananya, jelas Fuad, pembangunan sudah dilakukan tahun ini secara bertahap, mengingat pembangunannya menggunakan sumbangan dari anggota IPHI maupun jamaah yang sudah pernah berangkat haji. Hanya saja, pihaknya terpaksa menunda lantaran lokasi pembangunan terdampak exit tol Tulungagung – Kediri.

Hal ini membuat pihaknya masih harus menunggu proses ganti untung dari pemrakarsa proyek tol Tulungagung – Kediri tersebut. Barulah apabila proses ganti untung itu selesai dilakukan, pihaknya bisa mencari lokasi baru yang akan dijadikan tempat kantor pusat kegiatan haji di Kabupaten Tulungagung.

“Kemarin nilainya Rp 3 milyar, tetapi ini kami masih menunggu proses ganti untungnya dari pihak pemrakarsa proyek apakah nilai itu disetujui atau tidak,” jelasnya.

Setelah proses ganti untung dilakukan, ungkap Fuad, pihaknya merasa akan lebih leluasa untuk mencari lokasi baru sebagai kantor pusat kegiatan haji di Kabupaten Tulungagung. Hanya saja, pihaknya memiliki kriteria untuk lokasi baru tersebut yakni lokasinya yang mudah diakses oleh masyarakat.

Menurut Fuad, adanya kantor pusat kegiatan haji di Tulungagung itu nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi kegiatan manasik haji saja. Melainkan nantinya juga bisa dijadikan sebagai destinasi wisata islam mengingat bangunan tersebut memiliki miniatur ka’bah dan mekkah di dalamnya.

“Lahan yang terdampak kan 3.800 meter persegi, nanti kita cari lahan yang sama setelah ganti untungnya sudah dibayarkan. Kita akan cari lokasi lahan yang mudah dijangkau masyarakat,” pungkasnya.(riz)

What do you think?

Written by redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Konsolidasi Prawiro Tulungagung dengan Berbagai Unsur, Optimis Prabowo Menang

Dinkes Tulungagung, sebut aparat keamanan kurang berkomitmen dalam penanggulangan penyebaran HIV / AIDS.