in , ,

Cuaca Buruk, Hujan Intensitas Tinggi, ratusan Hektare Lahan Pertanian Tembakau di Tulungagung Puso

Tulungagung, (dNusa.id) – Ratusan hektare lahan pertanian tanama tembakau di Kabupaten Tulungagung mengalami gagal panen atau biasa disebut puso. Hal itu disebabkan lantaran hujan dengan intensitas tinggi minggu kemarin yang membuat lahan sawah tembakau digenangi air.

Kelompok Tani Makmur Desa Kendalbulur Kecamatan Boyolangu, Endri Cahyono mengatakan, tanaman tembakau yang ada di Desa Kendalbulur hampir 100 persennya dinyatakan gagal panen. Pasalnya, tanaman tembakau sendiri rentang gagal panen apabila digenangi banyak air.

Dikarenakan satu minggu kemarin hujan seolah tiada henti, membuat lahan tembakau yang ada di Kendalbulur digenangi air. Hanya saja tanaman tembakau yang ditanam pada lokasi yang agak tinggi justru masih bisa selamat, mengingat air yang menggenang tidak setinggi pada lahan sawah lain.

“Bisa dibilang hampir 100 persen tanaman tembakau di Kendalbulur gagal panen, banyak yang digenangi air pasca hujan minggu kemarin,” kata Endri Cahyono, Selasa (11/7/2023).

Kondisi tanaman tersebut, jelas Endri, saat ini sudah layu yang berarti tanaman tersebut sudah mati. Padahal tanaman tembakau milik petani tersebut masih berusia 1 bulan yang mana tingginya hampir 50 centimeter yang berarti masih berusia sangat muda.

Dikarenakan gagal panen, para petani terpaksa menanam ulang lahan sawahnya dengan bibit tembakau lainnya. Hal ini membuat para petani tembakau di Desa Kendalbulur mengalami kerugian sampai dengan Rp 20 juta untuk satu hektare lahan.

“Total lahan terdampak 186 hektare. Kalau tanaman itu bisa dipanen, satu hektare lahan bisa mendapat uang senilai Rp 70 juta. Tetapi karena tanaman ini masih muda, jadi kerugiannya sepertiga dari hasil panen,” pungkasnya.

Sememtars itu, Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu tanaman (POPT), Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Tulungagung, Gatot Rahayu mengatakan, pasca hujan dengan intensitas tinggi minggu kemarin membuat tanaman tembakau pada dua Kecamatan di Tulungagung mengalami gagal panen. Dua kecamatan tersebut yakni di Kecamatan Pakel dan Kecamatan Boyolangu.

Menurut Gatot untuk luasan lahan tembakau yang terdampak dan mengalami gagal panen, sampai saat ini masih dilakukan perhitungan. Berdasarkan hasil perhitungan sementara, tedapat lahan seluas 116 hektare tanaman tembakau yang dinyatakan gagal panen yang mana diyakini sebenarnya luas lahan yang terdampak lebih dari itu.

“Ini masih proses perhitungan luasan lahan yang terdampak dan gagal panen, sementara ini masih ada 116 hektare di data kami, tetapi kami yakin jumlah sebenarnya lebih luas dari itu,” kata Gatot Rahayu.

Penyebabnya, jelas Gatot, dikarenakan ratusan hektare lahan tanaman tembakau tersebut digenangi air akibat hujan pada minggu kemarin. Padahal tanaman tembakau layaknya tanaman palawija lainnya yakni tidak tahan apabila digenangi air.

Menurut Gatot, sebenarnya air yang menggenangi lahan sawah tembakau bukan hanya disebabkan hujan dengan intensitas tinggi saja. Melainkan juga dikarenakan sistem drainase pada lahan persawahan tembakau tergolong buruk dan tidak layak.

“Rata-rata tembakau ditanam pada lahan yang lebih rendah dari pengairan tersier, sehingga saat hujan, air sulit keluar dan menggenang,” tutupnya.(riz)

What do you think?

Written by redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Laporan Sudah Masuk Polres, Bupati Tulungagung Harap Kasus Video Anggota DPRD Tulungagung Berakhir Damai

Konferensi Pers, Polres Tulungagung diduga tak sesuai fakta, Anak Korban Pembunuhan Pasutri Di Tulungagung Wadul Ke Hotman Paris