Tulungagung,(dNusa.id) – Penderita HIV /AIDS di kabupaten Tulungagung bulan Januari hingga April berjumlah 67 orang terdata di SIHA (sistem informasi HIV / AIDS). Dari jumlah tersebut rinciannya usia 15 tahun hingga 19 Tahun berjumlah 1 orang, untuk usia 20 tahun Sampah 25 Tahun berjumlah 6 orang, angka terbanyak didominasi ibu rumah tangga 31 orang dan sisanya dari wiraswasta.
Informasi ini disampaikan kepala Dinas kesehatan kabupaten Tulungagung dr. Kasil Rokhmad melalui staff bidang pencegahan dan pengendalian penyakit. Dijelaskannya bahwa sejak ditutupnya lokalisasi yang menjadi persoalan adalah pemeriksaan HIV nya yang kesulitan. Karena ditutup banyak yang tersebar di rumah kos, tempat hiburan dan warung kopi remang-remang.
Ini menjadi dilematis, kalau pemeriksaan dilakukan pemberitahuan maka banyak yang tidak di tempat, bila mendadak harus ada kerjasama dari pihak keamanan dalam hal ini Polisi dan Satpol PP, namun bila bersurat dulu tidak sampai 40 persen hasilnya.
” Sempat ada pembicaraan dengan aparat keamanan untuk melakukan pemeriksaan di tempat hiburan namun sampai hari ini belum ada tindak lanjutnya”.
Dibutuhkan kerjasama lintas sektor untuk menangani HIV /AIDS di kabupaten Tulungagung. Utamanya dalam menjangkau para pekerja cafe dan karaoke beresiko HIV / AIDS agar mau memeriksakan kesehatan
Pendampingan dari aparat tampaknya menjadi wajib hukumnya, apalagi kalau kita melakukan pemeriksaan (sreening) di kos, hotel, dan di tempat kerja tentunya akan mendapat penolakan dari pemilik cafe atau karaoke.
” Jangan sampai HIV / AIDS menjadi bom waktu, banyak para pekerja beresiko HIV/ AIDS yang belum tersentuh pemeriksaan /screening, seperti purel, para pelaku prostitusi online, pekerja warung remang – remang, dan masih banyak pekerjaan rumah yang belum selesai”.
Dalam wawancara tersebut Dinkes sempat manyayangkan kurangnya perhatian aparat keamanan, bahkan saat akan melakukan pemeriksaan di salah satu hotel, pegawai dinkes tidak diperkenankan masuk oleh keamanan hotel.
” Saat kita mau melakukan pemeriksaan di hotel tersebut kita sempat dilarang keamanan hotel padahal di hotel tersebut banyak aparat keamanan beristirahat dan menitipkan kendaraannya disana, jangan kami Dinkes disalahkan kalau nantinya terjadi lonjakan HIV / AIDS” ucapnya kesal.(agp/ky)



GIPHY App Key not set. Please check settings