Tulungagung, (dnusa.id) – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung mendata ribuan pekerja informasi untuk mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2024.
Kabid Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Tenaga Kerja Disnakertrans Tulungagung Andah Susilowati menjelaskannya, tahun 2024 ini Dinakertrans melakukan pendataan pekerja informal untuk didata dalam BPJS ketenagakerjaan.
“Total ada 35.750 pekerja informal yang didata untuk tahun ini,” Jelas Andah, Jum’at, (4/9/2024).
Andah melanjutkan, jumlah ini lebih banyak dari tahun 2023 yakni 27.500, mereka diantaranya yang didata adalah tukang becak, ojek online, ojek pangkalan, pedagang kakiima, pedagang keliling, petani tembakau, buruh tani, nelayan.
“Pendataan lintas OPD yakni Disnakertrans bersurat ke OPD yang menaungi, data petani, buruh tani, petani tembakau itu ada pada Dinas Pertanian, kemudian Nelayan ada pada Dinas Perikanan, Tukang becak ada pada Satpol PP, kemudian pedagang kaki lima, ada pada Disperindag, MPU ada pada dinas Perhubungan,”jelasnya.
Proses pencairan BPJS ketenagakerjaan sendiri ada pada bulan Oktober 2024 ini, dengan jumlah 37.500 orang.
“Jadi yang sudah terdaftar tahun 2023 juga sudah didaftarkan ditambah lagi jumlah baru pada tahun 2024, artinya yang 2023 mendapatkan itu 2024 mendapatkannya lagi, terus ditambah penerima baru, menyesuaikan dengan anggaran juga,” “Tegasnya.
Sedangkan untuk percetakan kartu yang baru terdaftar 2024, masih tahap verifikasi BPJS, sembari menunggu Perbup juga, masalahnya pembayaran ini harus menunggu Perbub dahulu tentang Jaminan Sosial, baru diajukan SK penerima by name by address, baru boleh dibayarkan.
“Regulasi proses pembayaran, itu BPJS mengajukan permohonan tagihan kepada Dinas Ketenagakerjaan, kemudian Dinas Ketenagakerjaan memberikan surat perintah pembayaran ke BPKD,” pungkasnya



GIPHY App Key not set. Please check settings