Tulungagung, (dnusa.id) – Rusaknya dua infrastruktur berupa jalan dan jembatan di Kabupaten Tulungagung imbas hujan deras beberapa waktu lalu akhirnya membuat Pemkab Tulungagung mengajukan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) ke Pemprov Jawa Timur. Pengajuan anggaran tersebut berjumlah Milyaran rupiah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Dwi Hari Subagyo mengatakan, pihaknya sudah membuat rincian anggaran untuk perbaikan dua infratsruktur yang rusak. Diketahui, infrastruktur yang dimaksut yakni jalan di Desa Gedangan dan jembatan di Desa Junjung.
Rincian anggaran tersebut kemudian sudah diusulkan ke Pemprov Jawa Timur, dimana anggaran untuk perbaikan infrastruktur tersebut nantinya berasal dari BTT Pemprov Jawa Timur. Usai mengusulkan anggaran tersebut, nampaknya pihak Pemprov Jawa Timur mulai memberikan respon positif.
“Sudah kami usulkan ke Pemprov Jawa Timur, sumbernya pakai BTT. Pihak Pemprov juga sudah merespon positif atas usulan ini,” Jelas Dwi Hari Subagyo, Kamis (19/12/2024).

Setelah usulan itu, pihak Pemprov juga sudah melakukan kajian dengan meninjau secara langsung dampak bencana terhadap kerusakan infrastruktur di Tulungagung. Namun, pihak Pemprov masih harus membuat kajian teknis oleh tim survei dari BPBD provinsi dan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur.
Terkait nominalnya sendiri, diketahui untuk perbaikan dua jenis infrastruktur berupa jalan dan jembatan itu, memerlukan anggaran senilai Rp 9 milyar. Dimana nantinya anggaran tersebut akan dibagi dua untuk mengerjakan proses perbaikan terhadap dua infrastruktur yang rusak yakni di Desa Junjung dan Gedangan.
“Perbaikan dua infrastruktur berupa jalan di Desa Gedangan Kecamatan Karangrejo dan jembatan di Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol akan menghabiskan anggaran senilai Rp 9 milyar,” ungkapnya.
Secara rinci, untuk proses perbaikan jalan di Desa Gedangan Kecamatan Karangrejo yang menghubungkan dengan Kecamatan Sendang itu perlu anggaran senilai Rp 2 milyar. Anggaran ini nantinya akan digunakan untuk membangun talut sepanjang 35 meter, dengan lebar 50 meter
Sedangkan untuk pembangunan jembatan di Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol yang kondisinya sudah melengkung, akan memerlukan anggaran senilai Rp 7 milyar. Nantinya anggaran tersebut akan digunakan oleh Dinas PUPR Tulungagung untuk membangun konstruksi jembatan yang baru.
“Tetapi informasi terbaru, di Junjung itu nantinta akan dikasih jembatan bailey untuk sementara waktu agar bisa dilalui masyarakat. Karena proses pengerjaannya baru akan dilakukan pada tahun 2025, mendatang,” pungkasnya.



GIPHY App Key not set. Please check settings