in ,

Hama Tikus Tetap Menjadi Hama Tertinggi di Tulungagung.

Tulungagung, (dNusa.id) – Selama setengah tahun 2023 berjalan, serangan hama tikus masih terus terjadi dan menyerang lahan pertanian di Tulungagung. Selain hama tikus, hama wereng batang coklat juga mulai menyerang pada pertengahan musim kemarau saat ini.

Koordinator Pengendali Oprganisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Gatot Rahayu mengatakan, selama 6 bulan terakhir, hama tikus masih mendominasi serangan hama pada lahan pertanian di Tulungagung.

Berdasarkan data miliknya, hama tikus sudah menyerang lahan persawahan seluas 5,54 hektare. Diketahui serangan terbanyak hama tikus pada lahan persawahan yang berada pada Kecamatan Sumbergempol.

“Hama tikus sampai saat ini masih populer dalam merusak tanaman para petani di Tulungagung,” Jelas Gatot Rahayu, Kamis (13/7/2023).

Selain hama tikus, hama Wereng batang coklat juga mulai menyerang lahan pertanian tanaman padi pada pertengahan musim kemarau. Diketahui, sudah ada lahan seluas 2,74 hektare yang diserang hama wereng batang coklat yang mana serangan terbanyak di Rejotangan.

Masih menurut Gatot, serangan hama wereng batang coklat ini patut diwaspadai lantaran sering membuat para petani tidak menyadari jika lahan sawahnya sudah diserang wereng batang coklat. Mengingat wereng sendiri menyerang langsung pada pangkal batang tanaman padi itu sendiri.

“Wereng sendiri menyerang pada pangkal batang padi yang mana saat menghisap nutrisi padi tersebut, lama-kelamaan akan berubah menjadi coklat dan mati,” ungkapnya.

Disinggung terkait penanganan hama wereng batang coklat, Gatot menjelaskan jika sebenarnya untuk mengantisipasi serangan hama wereng bisa dilakukan dengan melakukan pola tanam yang bagus. Hal itu dilakukan untuk memutus siklus berkembangnya hama wereng batang coklat agar tidak meluas.

Kemudian, para petani bisa menanam tanaman yang tahan dengan serangan hama wereng seperti benih padi dengan kualitas yang bagus. Meski hama wereng mulai menyerang, Gatot memastikan jika saat ini belum ada tanaman yang gagal panen akibat serangan hama tersebut.

“Pola tanam yang bagus itu tidak dilakukan dalam waktu yang bersamaan antar setiap lahan sawah. Kita terus pantau dan melakukan penanganan terhadap hama tersebut,” pungkasnya.(riz)

What do you think?

Written by redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Konferensi Pers, Polres Tulungagung diduga tak sesuai fakta, Anak Korban Pembunuhan Pasutri Di Tulungagung Wadul Ke Hotman Paris

Omset Penjualan Seragam di Tulungagung Turun 50 Persen Jelang Masuk Sekolah