in ,

Jelang Nataru, 600 Personel Gabungan diterjunkan Polisi Petakan 3 Titik Rawan Macet 

Tulungagung, (dNusa.id) – Jelang libur natal dan tahun baru (Nataru) 2024, Polres Tulungagung mengadakan Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2023, Kamis (21/12/2023) di halaman Pemkab Tulungagung.

Apel ini untuk kesiapan terkahir sebelum menjelang Nataru, yang mana Polisi sudah memetakan adanya beberapa titik rawan kemacetan di Kabupaten Tulungagung selama libur nataru.

Kapolres Tulungagung, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, menjelang pelaksanaan libur nataru, pihaknya memfokuskan pengamanan ibadah pada saat hari natal dan antisipasi titik rawan kemacetan. Pihaknya sendiri sudah memetakan tiga titik rawan kemacetan.

Titik rawan kemacetan itu berlokasi di pintu masuk Kabupaten Tulungagung dari arah Kabupaten Kediri yang berlokasi di Desa Pojok Kecamatan Ngantru. Kemudian simpang tiga Pasar Bandung masuk Desa/Kecamatan Bandung Tulungagung dan simpang tiga JLS Kecamatan Besuki.

“Kami fokuskan pengamanan di tempat-tempat peribadatan terlebih dahulu, serta pada arus lalu lintas dengan melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan,” jelas AKBP Teuku Arsya Khadafi, Kamis (21/12/2023).

Arsya mengungkapkan, pihaknya juga akan mendirikan sebanyak tujuh pos yang terdiri dari lima pos pengamanan (Pos Pam) dan dua pos pelayanan (Pos Yan), yang nantinya sebanyak 600 personel dari TNI/Polri, petugas kesehatan dan relawan untuk ditempatkan pada tujuh pos tersebut.

Tujuh pos yang sudah disiapkan itu disediakan pula pelayanan kesehatan bagi masyarakat, kemudian pelayanan bagi masyarakat yang perlu pelayanan kepolisian. Kemudian pihaknya juga menyediakan layanan perbengkelan apabila ada masyarakat yang mengalami kendala.

“Layanan pada pos sudah lengkap, mulai dari layanan kesehatan, layanan kepolisian, hingga layanan perbengkelan,” jelasnya.

Disinggung soal kerawanan saat peribadatan hari natal, Arsya menjelaskan jika sebenarnya saat ini masih minim potensi terjadinya gangguan kamtibmas di Tulungagung. Meski tergolong masih aman, pihaknya tetap melakukan langkah antisipasi agar gangguan kamtibmas tidak terjadi.

Masih menurut Arsya, menjelang pelaksanaan peribadatan pada hari natal nanti, pihaknya lebih dahulu akan melakukan penyisiran pada tempat-tempat peribadatan. Dalam hal ini, pihaknya juga melibatkan personel TNI/Polri dan unsur agama lainnya termasuk pada saat proses peribadatan berlangsung.

“Hal ini kami lakukan sebagai bentuk jika kerukunan beragama di Kabupaten Tulungagung sangat erat, sehingga setiap pemeluk agama tetap aman dan nyaman saat beribadah,” pungkasnya.

What do you think?

Written by redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

KM Rampok Pasuruan Terbalik di Teluk Popoh, Satu ABK Hilang, Satu dinyatakan Meninggal Dunia

Kritisi Putusan MK Langgar Etika, Kiai Mataraman Gelar Diskusi di Tulungagung.