Tulungagung, (dnusa.id) – R (28) karyawan Kcunk Motor Tulungagung menggelapkan uang hasil penjualan mobil kisaran Rp 1,5 Milyar, uang hasil penjualan digunakan untuk keperluan pribadi. Pelaku diamankan pada Jum’at, (21/2/2025).
Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Ryo Pradana menjelaskan, sebelumnya pihak Kcunk motor pada Jum’at, (21/2/2025) mengetahui postingan di marketplace Facebook yakni Mobil Honda Mobilio diposting oleh salah satu shorum di wilayah Kecamatan Bandung, pihak Kcunk motor merasa bahwa itu adalah mobil yang sebelumnya ada di shorum Kcunk motor namun berada di shorum penjual lain dan uang hasil penjualan belum masuk ke admin Kcunk motor.
Menindaklanjuti hal tersebut pihak Kcunk Motor menggali informasi apakah benar jika mobil tersebut berasal dari shorum Kcunk Motor. Informasi yang didapat memang benar itu mobil dari Shorum Kcunk Motor dan dijual oleh pelaku.
“Jadi setelah ada postingan tersebut barulah diketahui bahwa Honda Mobilio tersebut milik. Kcunk Motor,” Jelas Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Ryo Pradana, Selasa, (25/2/2025).
Setelah mengetahui bahwa karyawan Kcunk Motor sudah menggelapkan uang hasil penjualan mobil, pihak Kcunk Motor kemudian mencari mobil apa saja yang telah digelapkan.
” Ternyata ada 7 mobil yang hasil penjualannya sudah digelapkan pelaku,” Tegasnya.
Dari temuan Honda Mobilio tersebut kemudian Pihak Kcunk Motor melaporkan ke Polsek Bandung dan pihak Polsek Bandung melimpahkan kasus ke Satreskrim Polres Tulungagung.
“Jadi usai temuan dan dilaporkan pelaku langsung dibawa Ke Mapolres Tulungagung untuk diinterogasi,” Paparnya.
Setelah dintorgasi rupanya 3 mobil sudah ditemukan yakni Brv, X-Pander dan Mobilio, dan 4 masih penelurusan.
“Empat mobil masih penelurusan yakni Inova Reborn, Ayla, Ayla, dan Brv,” Tegasnya.
Ryo melanjutkan, pelaku bisa melakukan hal tersebut lantaran pelaku dipercaya oleh Owner Kcunk Motor sebagai safety surat – surat kendaraan, maka dari itu pelaku bisa menjual mobilnya sendiri.
“Pelaku memang ditugaskan untuk keamanan surat – surat kendaraan dan juga bisa menjual mobil,” Jelasnya.
Kerugian materiil jika diakumulasikan kisaran Rp 1,5 Milyar lebih, kini pelaku masih dilakukan penyidikan di Mapolres Tulungagung.
“Pelaku masih menjalani penyidikan di Mapolres Tulungagung sejak Jum’at, (21/2/2025) awal dilakukan penahanan,” Pungkasnya.



GIPHY App Key not set. Please check settings