Tulungagung, (dNusa.id) – Mundurnya masa tanam membuat serapan pupuk subsidi di Kabupaten Tulungagung pada Masa Taman 1 minim.
Meski demikian, kali ini sudah ada peningkatan serapan pupuk subsidi di Tulungagung pada Masa Taman 2 terhitung Maret sampai Mei 2024.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Tulungagung, Suyanto mengatakan, masa tanam 1 pada bulan Januari hingga awal Maret 2024, capaian serapan pupuk subsidi di Kabupaten Tulungagung hanya mencapai belasan persen saja.
Hal tersebut terjadi lantaran masa pancaroba yang membuat mundurnya masa tanam sehingga menyebabkan serapan minim, selain itu dengan mundurnya masa tanam, memang ada beberapa wilayah yang belum mengambil pupuk subsidi.
Kendati demikian serapan pupuk subsidi kini sudah mulai naik yakni memasuki Masa Tanam 2.
“Kenaikan mulai Bukan Maret hingga Mei 2024,” Jelas Suyanto, Rabu (29/5/2024).
Berdasarkan data, serapan pupuk selama ini yakni, untuk pupuk subsidi jenis urea tersalurkan sebanyak 12,34 persen atau sekitar 1.816 ton saja, sedangkan untuk NPK hanya 11,10 persen saja atau hanya 1.078 ton. Namun saat ini, urea sudah tersalurkan sebanyak 37,39 persen atau 5.853 ton dan NPK 37,37 persen atau 3.630 ton.
Meski ada peningkatan serapan dari pada MT 1 dengan MT 2, serapan pupuk subsidi tersebut masih belum menyentuh angka 50 persen dari total alokasi pupuk subsidi yang ada, disebabkan belum semua petani mengambil pupuk yang tersedia.
Harusnya, saat ini yang sudah masuk MT 2 serapan pupuk subsidi ini juga akan mengalami peningkatan. Ditambah lagi, saat ini kondisi alam sedang sangat cocok untuk ditanami tanaman utamanya padi, ditambah petani jagung dan tebu yang juga akan ikut menanam.
“Optimis saja jika serapan pupuk subsidi tersebut akan terus meningkat pada saat memasuki pertengahan tahun 2024 ini,” tegasnya.



GIPHY App Key not set. Please check settings