in , ,

Meski diminati, Fasitas Pelatihan Kerja Tulungagung Justru Belum Ramah Disabilitas,

Tulungagung, (dnusa.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung mengadakan pelatihan kerja bagi masyarakat termasuk penyandang disabilitas. Sayangnya fasilitas pelatihan kerja yang tersedia masih belum ramah bagi penyandang disabilitas.

Kepala UPT Balai Pelatihan Kerja (BLK) Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tulungagung, Final Abidin mengatakan, pada tahun 2025, akan ada sembilan paket pelatihan kerja. Dimana sembilan paket pelatihan kerja ini akan digelar di UPT BLK Disnakertrans Tulungagung selama satu tahun.

Melalui pelatihan kerja itu, nantinya setiap satu paket atau satu kelas akan memiliki kapasitas peserta maksimal sebanyak 16 orang peserta untuk mengikuti pelatihan kerja tersebut. Hal ini berarti pada tahun 2025 ini, kuota pelatihan kerja bagi masyarakat Tulungagung akan memyasar sebanyak 144 orang peserta.

“Kalau rencananya seperti itu, tetapi nanti tergantung kamu dapat anggarannya berapa, karena saat ini masih pengajuan dan menunggu persetujuan,” Jelas Final Abidin, Jum’at (14/2/2025).

Final melanjutkan, selama pelatihan kerja ini, para pesertanya kebanyakan mayoritas asli Kabupaten Tulungagung, namun usai pelatihan, para peserta tetap bisa berkesempatan berkarya di luar wilayah. Hal ini dibuktikan dari hasil pelatihan kerja tahun-tahun sebelumnya, dimana banyak peserta yang pindah kerja di luar kota.

Selama pelatihan kerja, pihaknya tutut mengundang pengusaha maupun perusahaan dari luar Tulungagung untuk turut hadir saat kegiatan pelatihan kerja tersebut. Hal inilah yang menambah peluang bagi peserta pelatihan kerja tersebut untuk bisa bekerja di perusahaan yang ada di luar Tulungagung.

“Setiap tahun kami selalu mengundang pengusaha ataupun perusahaan dari lokal dan luar daerah. Biasanya mereka juga turut membutuhkan tenaga yang sesuai kebutuhan mereka. Tetapi minat pengusaha atau perusahaan ini untuk hadir kebanyakan dari Tulungagung,” ungkapnya.

kuota pelatihan kerja tahun ini mencapai ratusan peserta, Final menyebut, jika pihaknya belum mampu memenuhi penyediaan fasilitas dalam pelatihan kerja khusus penyandang disabilitas. Selain itu, ketersediaan fasilitas untuk difabel sendiri juga belum diinstruksikan untuk diadakan oleh Pemkab Tulungagung.

Meski begitu, setiap tahunnya pihaknya selalu melayani penyandang disabilitas yang mendaftar untuk ikut pelatihan kerja di UPT BLK Disnakertrans Tulungagung. Atas adanya minat dari penyandang disabilitas ini, pihaknya menilai tentunya perlu tindaklanjut dari Pemkab Tulungagung atas kondisi tersebut.

“Kemarin juga ada temen-temen penyandang disabilitas tapi persentasenya masih kecil. Mereka ikut pelatihan kerja pada desain grafis sama administrasi kantor,” jelasnya.

Perlu diketahui, UPT BLK Disnakertrans Tulungagung mengajukan anggaran senilai Rp 1 milyar untuk memenuhi kebutuhan sembilan paket pelatihan kerja di tahun 2025. Atas minimnya jumlah anggaran itu, tentunya penyediaan fasilitas untuk penyandang disabilitas akan sulit direalisasikan tahun 2025 ini.

“Tapi, bukan tidak mungkin fasilitas ini bisa direalisasikan di tahun depan begitu UPT atau dinas melakukan pengajuan di akhir tahun ini. Kebetulan kita dapatnya hanya dari DBHCHT,” pungkasnya.

What do you think?

Written by redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Polres Tulungagung Ringkus Komplotan Curanmor, 5 Pelaku diamankan

Upah Guru Madin Tulungagung Jauh Kata Layak Rp 250 Ribu Per 2 bulan