Tulungagung, (dNusa.id) – Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno menghadiri kegiatan Diklat Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk anggota koperasi di Kabupaten Tulungagung, yang terletak di Barn Meeting dan Convention, Jum’at (14/6/2024).
Diklat tersebut menghadirkan langsung mentor yang kredibel dari Microfinance Surabaya.
Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno menjelaskan, kegiatan kali ini sebagai upaya pemerintah Kabupaten Tulungagung khususnya untuk hadir dalam koperasi.
Kegiatan diklat kali ini sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi pengurus koperasi untuk mengelola.
“Ada 35 peserta anggota koperasi yang hadir semuanya adalah bagian kasir,” Jelas Bupati Tulungagung Heru Suseno, Jum’at, (14/6/2024).
Zaman modern ini kemampuan seseorang perlu dibuktikan dengan sebuah sertifikasi, kali ini kasir sebagai salah satu bagian pengelola keuangan di koperasi perlu juga mendapatkan diklat yang nantinya akan mendapatkan sertifikasi secara formal.
“Era modern kali ini memang perlu sebuah sertifikasi untuk menunjang kinerja, khususnya para pengurus koperasi salah satunya bagian kasir,” jelasnya.
Sementara itu, dari jumlah yang ada koperasi di Tulungagung ada 771, dari jumlah ini pihaknya khususnya Pemkab harus melakukan pemetaan koperasi mana yang maju pesat, biasa ataupun stagnan.
Peran pemerintah adalah memberikan pelatihan khususnya yang stagnan, agar nantinya koperasi tersebut bisa berkembang.
“Harapannya, kepercayaan anggota meningkat serta jumlah koperasi Tulungagung yang berbadan hukum semakin bertambah,” pungkasnya.
Sementara itu ketua Dekopinda Tulungagung, Nyadin menjelaskan, memang koperasi di Tulungagung bervariasi ada yang maju pesat, ada yang biasa, dan ada yang stagnan.
“Stagnan bukan berarti tidak berjalan, namun hanya perlahan,” tegasnya.
Kali ini dalam diklat ada 6 modul untuk penguatan kemampuan anggota, dari 35 yang hadir tidak semuanya berasal dari koperasi yang stagnan, namun ada yang maju pesat ada yang biasa saja juga.
Usai diklat nanti ada lanjutan berupa uji kompetensi, dalam uji kompetensi tersebut ada kemungkinan juga tidak lulus.
“Jadi nanti usai diklat, anggota koperasi akan dilakukan uji kompetensi, memang dalam lapangan, mereka anggota koperasi sudah melakukan hal yang berkaitan dengan perkoperasian sehari – hari, namun ketika dilakukan uji kompetensi belum sepenuhnya mereka lulus,”tegasnya.
Disingung, apakah koperasi masih bisa eksis di era modern ini, Nyadin menjelaskan, kunci koperasi adalah membangun solidaritas dan soliditas antar anggota, walau bagaimana pun, koperasi itu berbeda dengan PT, yang mana memang anggota yang ada ikut memiliki koperasi tersebut bukan perseroangan, maka dari itu perlu sebuah inovasi kaum muda, khususnya seperti yang hadir dalam diklat kali ini untuk memberikan terobosan agar nanti koperasi agar tetap bisa eksis dan berkelanjutan.
“Yang hadir dalam diklat ini umur 40 kebawah semua,”tegasnya. Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Pemkab Tulungagung, Lakukan Test Urine 71 Pejabat dan Camat di Tulungagung
Tulungagung, (dNusa.id) – Puluhan pejabat dan camat dilingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung menjalani tes urine secara dadakan pada Jum’at (14/6/2024).
Namun demikian, terdapat beberapa pejabat yang mangkir saat gelaran tes urine tersebut, sehingga akan dilakukan tes urine secara terpisah.
Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno mengatakan, pada pelaksanaan tes urine dadakan itu, pihaknya mengundang sebanyak 71 pejabat dan camat di Tulungagung. Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan dini penyalahgunaan narkoba bagi para ASN di Tulungagung.
Pada pelaksanaan tes urine tersebut, pihaknya bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BBNK) Tulungagung dan menandatangani pakta integritas. Pada pakta integritas ini Pemkab dan BNNK Tulungagung menyepakati untuk menciptakan lingkungan kerja bebas narkoba.
“Kami sengaja menggelar tes urine dan penandatanganan pakta integritas dengan BNNK Tulungagung sebagai salah satu upaya pencegahan dini penyalahgunaan narkoba bagi para ASN,” kata Heru Suseno, Jum’at (14/6/2024).
Selain apasan tersebut, ungkap Heru, hal ini juga sebagai langkah tindak lanjut atas adanya dua oknum ASN dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung yang tertangkap Polda Jatim. Diketahui, dua ASN tersebut kedapatan menggelar pesta narkoba di Surabaya dengan dibuktikan adanya barang bukti pil ekstasi.
Menurut Heru, selama pelaksanaan tes urine, pihaknya mendapati adanya 8 pejabat yang tidak hadir pada kegiatan tersebut dengan berbagai alasan. Diketahui, mayoritasnya sedang izin lantaran ada acara di luar kota, sehingga mereka tetap akan menjalani tes urine namun secara terpisah.
“71 pejabat itu meliputi kepala dinas dan camat di Tulungagung, ada 8 pejabat yang tidak hadir. Nanti mereka akan lapor ke Sekda dan langsung dilakukan tes urine,” ungkapnya.
Sedangkan untuk hasil tes urine tersebut, Heru menyebut, dari 63 pejabat dan camat yang menjalani tes urine, tidak ditemukan adanya pejabat dan camat yang dinyatakan positif narkoba. Hal ini merupakan langkah awal yang positif, sehingga akan dilakukan kegiatan serupa disetiap OPD.
Pihaknya memastikan jika tidak hanya kepala dinas dan camat saja yang akan menjalani tes urine ini, melainkan seluruh pejabat eselon, staff hingga pihak desa di Tulungagung. Pihaknya berharap tidak ada lagi kasus oknum ASN di Tulungagung yang terjerat kasus penyalaggunaan narkoba.
“Tentunya tes urine juga akan dilakukan di setiap OPD, sebagai langkah awal kepala dinas dan camat dulu yang menjalani tes urine,” pungkasnya.



GIPHY App Key not set. Please check settings