in , ,

Ratusan Nelayan di Tulungagung 3 Hari Tak Melaut, Ini Penyebabnya

Tulungagung, (dNusa.id) – Kawasan pesisir pantai selatan di Tulungagung diterjang ombak tinggi dan angin kencang selama tiga hari terakhir. Hal itu membuat ratusan nelayan yang ada di Dermaga Popoh tidak berani melaut lantaran kondisi tersebut dianggap membahayakan nelayan.

Salah seorang nelayan di Pantai Popoh, Burhanudin alias Acok mengatakan, selama tiga hari terakhir pihaknya tidak berani melaut lantaran kondisi ombak tinggi di tengah laut. Kendati tidak melaut, pihaknya tetap mencari ikan yang ada di pinggiran pesisir untuk terus mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

Bahkan pada puncak terjadinya cuaca buruk di pesisir selatan, sempat terjadi banjir rob di kawasan Pantai Sidem Desa Besole Kecamatan Besuki. Diketahui, banjir rob tersebut bahkan sampai ke daratan hingga mengenai gazebo milik warung setempat yang ada di pinggir Pantai Sidem.

“Puncaknya itu kalau tidak salah pada hari Jumat (15/3/2024), karena saking tingginya air laut dan ombak, membuat air laut masuk ke daratan dan terjadi banjir rob,” kata Burhanudin, Senin (18/3/2024).

Sementara itu, Komandan Posmat TNI AL Tulungagung, Letda Laut (P) Agung Utomo mengatakan, cuaca buruk yang terjadi pada pesisir selatan Tulungagung itu mulai Kamis (14/3/2024) sampai Minggu (17/3/2024). Hal itu berimbas pada aktivitas perekonomian para nelayan yang ada di Dermaga Popoh.

Pasalnya, cuaca buruk tersebut menyebabkan terjadinya air laut pasang, gelombang tinggi hingga angin kencang pada wilayah lautan termasuk juga pesisir. Hal itu membuat pihaknya melarang aktivitas nelayan untuk mencari ikan di laut, lantaran kondisinya membahayakan para nelayan.

“Selama tiga hari itu, ratusan nelayan di Popoh tidak berani melaut, kami juga tidak membuka akses dermaga, sehingga tidak ada satupun nelayan yang boleh melaut,” kata Letda Laut (P) Agung Purnomo.

Selama tiga hari terakhir, ungkap Agung, kondisi ombak pada pesisir selatan Tulungagung tingginya mencapai 2.5 meter dengan kecepatan angin mencapai 33 knot (61km/jam). Kondisi tersebut tentu sangat membahayakan bagi para nelayan apabila tetap nelat melaut.

Menurut Agung, untuk kondisi terkini, air laut pada pesisir selatan Tulungagung sudah mulai normal yang mana gelombang tinggi dan air pasang sudah tidak ada lagi. Para nelayan sendiri saat ini juga sudah mulai kembali melakukan aktivitasnya untuk melaut lantaran kondisi pesisir selatan yang sudah normal.

“Hari ini sudah mulai melaut lagi, kondisinya sudah normal, tidak ada angin kencang, gelombang tinggi ataupun air pasang, semuanya normal kembali,” pungkasnya.

What do you think?

Written by redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

LKHN Tulungagung Serukan Aksi Penutupan Tambang Ilegal