Tulungagung, (dNusa.id) – Bangunan rumah yang digunakan sebagai gudang dan dapur di Desa/Kecamatan Besuki milik Mulyono, hangus dilahap api, pada Kamis (1/2/2024).
Kebakaran tersebut dipicu lantaran masih adanya bara api yang berada pada tungku yang digunakan usai membakar ikan

Kasi Operasi Dan Pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Bambang Pidekso, Bangunan rumah yang terbakar merupakan bangunan rumah lama yang digunakan sebagai gudang dan dapur.
Sedangkan korban sendiri sebenarnya saat ini sudah memiliki rumah yang baru yang mana rumah tersebut bersebelahan dengan bangunan gudang dan dapur tersebut. Diketahui jika bangunan gudang dan dapur yang terbakar itu merupakan bangunan semi permanen yang terbuat dari bambu.
“Rumah lama Mulyono dan Sutiyah, hanya dipakai untuk gudang dan dapur, karena mereka sudah punya rumah baru di sebelahnya,” Jelas Bambang Pidekso, Kamis (1/2/2024).
Sebelum terjadinya kebakaran, diketahui awalnya pemilik rumah yakni Sutiyah sedang beraktivitas pada bangunan tersebut. Saat itu, dia sedang memasak ikan bakar dengan menggunakan tungku yang ada pada bangunan gudang dan dapur tersebut.
Setelah selesai memasak, pemilik rumah lantas mematikan api pada tungku memasak dengan cara menyiram tungku tersebut menggunakan air. Pemilik rumah sendiri merasa jika api sudah padam, sehingga meninggalkan bangunan gudang dan dapur tersebut untuk menyajikan masakannya.
“Jadi mereka memasak masih menggunakan tungku yang bahan bakarnya kayu bakar. Setelah selesai memasak, katanya sudah dimatikan pakai air, kemudian ditinggal begitu saja,” ungkapnya.
Setelah kurang lebih 30 menit usai meninggalkan bangunan tersebut, rupanya muncul api yang membakar bangunan gudang dan dapur tersebut. Mendapati bangunannya terbakar, korban lantas melaporkan kejadian itu ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
Usai menerima laporan tersebut, sekitar pukul 11.58 WIB petugas baru tiba di lokasi, namun sayangnya, api sudah melahap seluruh bangunan semi permanen tersebut. Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak adanya bara api.
“Kendala yang kami hadapi hanya jarak, karena lokasi kebakaran dengan Mako Damkar sangat jauh. Akibat kejadian itu, korban terpaksa mengalami kerugian senilai Rp 20 juta,” pungkasnya.



GIPHY App Key not set. Please check settings