Tulungagung (dnusa.id) – Warga Desa Tamban, Duwet, Bono, dan Sukoanyar di Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, mengalami kesulitan akibat rusak parahnya jalan penghubung mereka. Ketua Badan Pemusyawarakatan Desa (BPD) Desa Bono, Mukayan, menyoroti kurangnya perhatian terhadap ruas jalan desa, meskipun pembangunan jalan utama di kecamatan Bandung terlihat baik.

Pengajuan pembangunan melalui Musrenbangcam selalu gagal, dengan alasan “mungkin masih dalam antrian,” mengakibatkan jalur Bono terus memburuk. Ketua BPD Desa Sukoanyar, Mukayat, juga membenarkan bahwa jalan di desanya telah lama hancur, dan pengajuan perbaikan setiap tahun selalu menemui kendala “Belum gilirannya,” sejak 2019 hingga 2023.
Masyarakat setempat, seperti Saiful, mengeluhkan bahwa ruas jalan Duwet tidak tersentuh pembangunan selama lebih dari 5 tahun.

Sementara itu ada kabar baik yang disampaiakan oleh petugas di UPT PU PR Tulungagung Campurdarat yang menyampaiakan pada tahun 2024, masuk dalam program bina marga lewat dana INPRES, memberikan harapan untuk perbaikan yang dinanti-nanti oleh masyarakat setempat.
Dikonfirmasi terpisah Roekhan Kepala Desa Sukoanyar kecamatan Pakel merasa pesimis, sebab sudah 3 tahun berturut-turut rencana pembangunan jalan poros muncul, diakhir-akhir pasti gagal. Ada indikasi kalau anggaran yang harusnya untuk jalan poros desanya dialihkan atau digunakan oleh oknum anggota dewan atau eksekutif melalaui Perubabahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
Disisi lain Roekhan, masih yakin pemerintah benar-benar menggunakan skala prioritas yang sesuai ketentuan perundang-undangan sehingga jalan desa Sukoanyar sampai Tamban segera diperbaiki. Apalagi beberapa bulan yang lalu telah dilaksanakan mutasi jabatan dilingkungan PEMKAB Tulungagung, dan beliau berharap Kadin yang baru lebih baik daripada sebelumnya.



GIPHY App Key not set. Please check settings