Tulungagung, (dnusa.id) – Pasar Pojok yang berlokasi di Desa Pojok Kecamatan Ngantru Tulungagung bakal terdampak atas pembangunan Polsek Ngantru. Akibatnya, sejumlah los dan kios di Pasar Pojok tersebut akan tergusur imbas dari pembangunan Polsek Ngantru di lokasi yang baru.
Kabid Pengelolaan Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung, Muhammad Khabib mengatakan, Polsek Ngantru rencananya akan dipindah dari yang semula berlokasi di Desa Bendosari Kecamatan Ngantru, menjadi di Desa Pojok Kecamatan Ngantru (Dekat Pasar Pojok).
Pemindahan Polsek Ngantru dari lokasi lama ke lokasi yang baru tentunya memiliki dampak, mengingat lokasi bangunan Polsek Ngantru yang baru berada dekat dengan Pasar Pojok. Dimana beberapa los dan kios yang ada di Pasar Pojok terpaksa harus tergusur imbas dari pembangunan bangunan baru Polsek Ngantru.
“Lokasi Polsek Ngantru yang baru sudah diberi patok pembatas. Kalau sesuai patok itu, ada bangunan Pasar Pojok yang secara otomatus terdampak dan harus tergusur nantinya,” kata Muhammad Khabib, Minggu (2/3/2025).
Sesuai kondisinya, ungkap Khabib, setidaknya terdapat dua los dan empat kios pada Pasar Pojok yang terdampak pembangunan bangunan baru Polsek Ngantru. Sedangkan kondisi dua los dan empat kios yang terdampak penggusuran itu, diketahui sampai saat ini masih ditempati oleh para pedagang.
Aktivitas perdagangan di Pasar Pojok Ngantru sendiri juga sejauh ini masih stabil, dimana kondisinya tidak terlalu ramai dan tidak terlalu sepi dan setiap hari selalu ada pembeli. Hanya saja, Pasar Pojok sendiri ramai ketika pagi hari, lantaran secara teknis Pasar Pojok biasa disebut dengan pasar pagi/subuh.
“Kalau perdagangan kebutuhan pokok seperti sayur dan lain-lain itu adanya pagi hari, makanya Pasar Pojok itu disebutnya pasar subuh. Tetapi mulai pagi sampai malam, biasanya di kios-kios itu ada yang berdagang seperti warkop, atau warung makan,” ungkapnya.
Dikarenakan ada bangunan yang terdampak, jelas Khabib, pihaknya tentu mengupayakan untuk menyediakan bangunan baru bagi kios yang terdampak. Hal ini dilakukan agar aktivitas perdagangan para pedagang yang sudah menyewa kios di Pasar Pojok bisa tetap berjalan secara semestinya.
Sesuai rencananya, pada tahun 2025 ini pihaknya akan membangun empat kios baru sebagai pengganti bagi empat kios yang akan terdampak penggusuran nantinya. Sedangkan untuk dua los yang terdampak, nantinya tidak akan dibangun los baru, tetapi diikutkan atau digabung dengan bangunan los lainnya.
“Kalau anggaran pemeliharaan pasar kami tidak direfocusing, kami punya anggaran senilai Rp 100 juta, nantinya itu bisa dipakai untuk membangun empat kios baru dan bisa mulai dibangun tahun ini,” pungkasnya.



GIPHY App Key not set. Please check settings