Tulungagung, (dnusa.id) – Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Campurdarat Tulungagung terdampak efisiensi anggaran.
Kepala Sekolah SLB Negeri Campurdarat, Tulungagung Multazamah menjelaskan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan ruang keterampilan akan lebih sulit didapatkan oleh sekolah.
Selama ini siswa dengan segala keterhambatan belum memiliki kelas khusus sesuai program yang disediakan sekolahan.
“Karena masih ada beberapa program keterampilan yang dijadikan satu ruangan,” jelasnya
Proses alokasi DAK untuk Jawa Timur biasanya langsung ditetapkan oleh pemprov. Sebelumnya total SLB yang mendapatkan DAK di Jawa Timur ada 25 sekolah, jika anggaran DAK terpotong otomatis jumlah sekolah yang mendapatkan akan berkurang.
“Jadi kami hanya bisa benar-benar memilih program prioritas untuk siswa. Hal tersebut sangat urgent dan berdampak langsung kepada murid disini,” imbuhnya.
Kondisi siswa di SLB perlu dijadikan pertimbangan atas efisiensi anggaran. Banyaknya program yang disediakan oleh sekolah bertujuan untuk memastikan setiap anak memiliki sesuatu hal yang bisa dikerjakan sesuai kemampuan masing-masing.
“Anak-anak itu memiliki keterhambatan yang beragam, sehingga ada yang bisa mengerjakan A tapi tidak bisa mengerjakan B. Jadi kami menyediakan banyak program agar mereka bisa mengakses semuanya,” tuturnya.
Program keterampilan yang tersedia di SLB diantaranya adalah tata boga, tata rias, IT, menjahit, melukis, membuat hantaran, musik angklung, band akustik, menari, dan masih banyak lagi lainnya.
Semua program tersebut juga ditujukan agar murid bisa berdaya dan mandiri secara finansial di masa depan.
“Karena kami ingin memastikan bahwa setiap siswa di sini bisa sejahtera untuk hidupnya sendiri,” ucapnya.
Sedangkan untuk menjalankan program sebanyak itu, pihak sekolah harus tetap menyediakan alat dan bahan yang dibutuhkan oleh siswa.
Karena murid di SLB mempunyai metode belajar yang khusus dan butuh fasilitas yang cukup.
“Siswa disini tidak bisa belajar melalui platform online seperti youtube misalnya. Jadi memang harus ada alat dan bahan untuk praktek,” ujarnya.
Adapun aspek lain yang terdampak efisiensi anggaran adalah peningkatan kompetensi guru. Beberapa ekstra yang disediakan seperti musik angklung membutuhkan pendidik yang paham tentang metode mengajar musik bagi siswa dengan keterhambatan pendengaran.
“Siswa yang tergabung dalam musik angklung mayoritas siswa dengan keterhambatan pendengaran, sehingga ada metode sendiri yang dipelajari oleh guru. Secara otomatis efisiensi anggaran juga berdampak pada kompetensi guru,” ungkapnya.
Multazamah menambahkan pihak sekolah berharap siswa di SLB Negeri Campurdarat bisa segera masuk ke sekolah inklusi. Agar siswa bisa diterima dengan baik oleh masyarakat dan semakin percaya diri pada dirinya masing-masing.
“Karena siswa disini tidak butuh dikasihani, mereka butuh dihargai keberadaannya dan diapresiasi kemampuan serta potensinya,” tutupnya.



GIPHY App Key not set. Please check settings