Tulungagung, (dNusa.id) – Menjelang akhir tahun ajaran. Masyarakat sebentar lagi akan disibukkan dengan kegiatan anak seperti purnawiyata dan pendaftaran siswa baru di semua jenjang pendidikan. Hal tersebut tentunya membutuhkan pengeluaran yang cukup besar, salah satu agenda besar yang saat ini menjadi kegelisahan adalah purnawiyata atau bisa disebut perpisahan.
Sebab dipungkiri maupun tidak momentum purnawiyata patut diduga menjadi kesempatan bagi sekolah untuk mendapatkan keuntungan dengan bekerjasama dengan pihak swasta ( hotel maupun restoran) yang menyewakan paket aula hingga menjadi penyelenggara kegiatan purnawiyata.
Dengan kondisi ini ditakutkan yang menjadi korban adalah walimurid yang tentunya akan menanggung biaya yang seharusnya bisa diminamalisir. ” Anak saya tahun depan akan masuk SMP, kalau nanti purnawiyata di sekolah pasti akan memberatkan”. Kata Arin. Wali murid asal Kedungwaru.
Menanggapi hal tersebut Dinas pendidikan kabupaten Tulungagung akan segera mengeluarkan himbauan bahwa purnawiyata Tetap diperbolehkan asal sesuai ketentuan tidak memberat wali murid dan dilaksanakan di sekolah secara sederhana.
“Kedepannya kami akan sampaikan surat resmi terkait hal ini”. Kata salah satu Kabid di Dinas pendidikan.
Menyambut baik langkah dinas pendidikan ini, Aji seorang praktisi pendidikan di Tulungagung sangat berharap salain himbauan juga disertai sanksi bagi sekolah yang melanggar dan tetap mengadakan purnawiyata secara berlebihan.



GIPHY App Key not set. Please check settings